Salak Loop 2022 – Gowes mencicipi suasana hutan hujan tropis

Sisa-sisa hutan hujan tropis yang masih eksis sepanjang segmen Puraseda – Cianten sungguh memanjakan mata. Deretan pepohonan raksasa menjadi kanopi yang menaungi para goweser yang hendak menaklukkan rute sepanjang 127km.

Ngeri-ngeri sedap karena sepanjang jalan penuh dengan sisa-sisa longsoran. Barangkali karena hujan datang terlalu cepat sehingga daya serap tanah terhadap air hujan kalah dengan curah hujan sehingga mengakibatkan longsor. Total titik longsor ada kurang lebih 30-an.

Menjelang titik longsor
Dipayungi pepohonan
Pakis raksasa, tanda sudah sampai gunung
Lembah nan permai
Semangat! Masih 60km lagi!
Nice view!

Gowes ke Gunung Sabeulah Camping Ground

Lokasinya (Plus Code: 926G+93) tak seberapa jauh dari jalan poros Gunung Batu – Sukawangi. Hanya berjarak 1 km dari jalan utama dengan track sedikit menanjak.

Berada ada ketinggian 960mdpl udaranya terasa sejuk. Lokasinya yang berada di pinggir tebing memberikan pemandangan lepas ke arah lembah Cipamingkis, Gunung Batu dan Gunung Pancaniti di mana Curug Cisanca/Cisero berada.

Selain Ki Demang/Gunung Batu yang lebih dulu populer, Gunung Sabeulah juga menyimpan potensi sebagai titik finish gowes terutama bagi mereka yang hobi nanjak atau pemburu EG. Di pintu masuk camping ground terdapat beberapa warung yang menyediakan makanan pengganjal perut sehingga tidak perlu khawatir kelaparan.

P5 dengan latar Gunung Batu dan Gunung Pancaniti
P5 di Gunung Sabeulah
Kawanan monyet di Gunung Sabeulah

Jonggol surga bagi penggemar XC (Jonggol Triangle)

Jika kita meletakkan tiga titik imajiner dengan lokasi Mengker – Pertigaan Sukamakmur dan Gunung Batu kemudian menarik garis lurus di antara ketiga titik tersebut maka kita akan mendapatkan sebuah segitiga. Dengan memakai GMaps mode satelit maka dengan mudah kita akan melihat bahwa di dalam segitiga tersebut areanya terlihat lebih hijau dibanding sekelilingnya.

Kemudian jika mode satelit kita ubah ke mode terrain/medan maka akan terlihat bawah di di dalam segitiga tersebut konturnya terlihat kasar. Artinya di dalam area tersebut memiliki banyak lembah, bukit, ceruk dan aliran sungai.

Jonggol Triangle

Dengan kondisi tersebut maka Segitiga Jonggol merupakan surga bagi penikmat gowes cross-country. Vegetasi rapat selain menyejukkan mata juga memberikan teduhan (shade). Konturnya yang kasar dengan bukit dan lembah memberikan pemandangan yang dramatis. Elevasi tinggi dan berdampingan dengan lembah DAS Cipamingkis memberikan semacam panggung dengan latar Gunung Hanjawung, Gunung Pilar dan deretan Pegunungan Halimun di kejauhan.

Tergantung track yang dipilih, di dalam area ini kita bisa memilih antara fun, technical, power maupun endurance. Bahkan jika kita hafal dengan banyaknya jalan setapak/single track di dalamnya, semua pilihan di atas bisa diramu dalam satu trip.

Gunung Hanjawung di kejauhan
Gunung Batu dan Gunung Pancaniti di kejauhan

Ayo bersepeda – Ayo traveling

“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.” (Seno Gumira Ajidarma)

Traveling adalah investasi jangka panjang yang sulit untuk diukur. Perjalanan membuat kita menyerap banyak informasi, menambah wawasan, membuat lebih fleksibel, membuat lebih positif menghadapi hidup, memberi memori yang indah pada masa tua ketika telah memiliki ingatan akan berbagai tempat yang telah didatangi dan begitu banyak manfaat lainnya. (Mardi Wu)

Traveling paling murah adalah dengan bersepeda. Sepeda memungkinkan kita menempuh jarak cukup jauh. Kecepatannya yang sedang memberi kita cukup banyak jeda dan waktu untuk menikmati pemandangan maupun kehidupan di sepanjang jalan.

Untuk jarak yang sama, bersepeda memberi kita lebih banyak waktu untuk bersosialisasi dan bercengkerama dengan rekan seperjalanan. Karena bersepeda membutuhkan lebih sering dan banyak waktu untuk mendinginkan mesin, yaitu tubuh kita.

Ayo bersepeda! Tidak masalah apakah kita sekedar keliling komplek, mencari sarapan, berbelanja, blusukan (cross country) atau mengejar Grand Fondo. Rasakan segarnya udara yang menampar wajah kita. Nikmati setiap kayuhan. Dan jangan lupa bersyukur atas nikmat sehat yang masih tercurah untuk kita.

Saung Berani – Saung asyik untuk tujuan gowes ataupun kegiatan outdoor

Setelah sekian lama gowes dalam rombongan kecil, kali ini bisa gowes lagi dalam rombongan besar bersama teman-teman GAS, Gowes Asyik Syahdu. Total ada 14 goweser yang ikut trip ini. Setelah sekian lama pula gowesnya hanya melibas track-track yang umum dilalui goweser hanya urutannya saja yang dibolak-balik, kali ini kami mencoba sedikit nyempal dari jalur utama.

Seperti biasa, Google Maps menjadi senjata utama untuk menentukan destinasi yang dianggap cukup menarik sebagai tujuan gowes. Sukamakmur memang menjadi daerah tujuan wisata sekaligus daerah tujuan gowes. Maka diubek-ubek lah lokasi seputaran Gunung Batu. Ada tiga geotag menarik, Kopi Berani, Wisata Berani dan Saung Berani. Jika dilihat lokasinya tidak seberapa jauh dari poros jalan Gunung Batu – Sukawangi.

Saung Berani – lokasi pada Google Maps

Gowes plus Kuliner. Begitu kira-kita tema gowes kali ini. Beruntung meski kami memesan menu makan siang on-spot (by phone di jam 8:30-an), ternyata selang waktu antara pemesanan dan tiba lokasi masih mencukupi untuk menyiapkan makanan.

Lama vakum gowes, beberapa peserta gowes tercecer di belakang sehingga harus ditunggui. Rombongan pun terbagi dalam dua kelompok besar. Malangnya, rombongan belakang malah bablas ke arah Kopi Berani, padahal seharusnya menuruni lembah, sehingga mereka harus gowes lebih jauh karena salah jalan.

Meski demikian segala penat dan capek terobati dengan menu makan siang yang mak nyuuss!! Orek, tahu, ikan asin dan telur dadar dikombinasi dengan sayur asem membuat peserta gowes menjadi lahap. Dengan penutup kelapa segar maka setelah acara makan siang goweser menjadi kelenger. Rebahan di saung-saung yang banyak tersedia dan kebetulan tidak pengunjung lain waktu itu sehingga bisa kami monopoli.

Saung Berani – menu makan siang

Saung Berani (Bertani Membangun Negeri) terletak di lembah dengan sungai yang menjadi hulu Cihoe. Lembah ini dikelilingi oleh tiga gunung, Gunung Batu di Utara, Gunung Pancaniti di Timur dan Pegunungan Halimun di Selatan. Pemandangan ke arah Gunung Batu dan Gunung Pancaniti memberikan view terbaik. Apalagi jika sawah dengan padi sedang menghijau atau menguning makan akan tampak bagaikan lukisan Mooi Indie. Saung ini memiliki fasilitas tiga toilet dan dua pancuran mandi, musholla cukup luas, gazebo/saung, dan pondokan beratap sirap.

Saung Berani – Pemandangan ke arah Gunung Pancaniti

Hembusan semilir angin gunung, diiringi kicau burung membuat kami lupa waktu. Tak terasa waktu sudah menujukkan jam tiga. Harus segera berkemas agar sampai tumah tidak terlalu malam. Jam 4 kami meninggalkan Saung Berani. Meski ada dua kendala, rantai terjepit dan ban terkena paku, berkat persiapan komponen cadangan dan tools yang lengkap semua bisa teratasi.

Tinggal dua tantangan lagi yang harus dihadapi, Tanjakan Gunung Batu dan Tanjakan Pesantren Al-Andalus. Tanjakan pertama bisa dili as dengan sempurna. Tanjakan kedua kembali terjadi regrouping menjadi dua rombongan. Begitu kelar tanjakan kedua maka saatnya menggeber dan menikmati turunan panjang.

Waktu Maghrib kami sampai Mengker. Beruntung juga banyak yang membawa lampu sehingga segmen Mengker – Cibarusah via penggillingan batu bisa dilewati dengan mudah.

Saung Berani – menyeberang jembatan bambu
Saung Berani – Gunung Batu di kejauhan

Heat Index atau Feels Like Temperature

Pernah merasa gerah sekali padahal matahari tidak terlalu terik? Atau malah matahari sedang terik dan berasa seperti dalam sauna? Heat Index atau Feels Like Temperature adalah kondisi di mana suhu udara terasa lebih panas dibanding suhu yang sebenarnya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kelembapan yang tinggi. Uap air yang berada dalam udara ketika sedang lembab membuat udara lebih jenuh (saturated) sehingga menghalangi badan untuk menguapkan cairan tubuh (salah satu poses pendinginan tubuh). Maka udara pun terasa lebih panas.

Kondisi ini biasa terjadi di musim hujan. Sisa air hujan di permukaan tanah ataupun yang membasahi tumbuh-tumbuhan dan bangunan diuapkan oleh sinar matahari. Kondisi kelembapan tinggi ini bisa terjadi di atas jam 8 pagi ketika matahari mulai terik.

Gambar di bawah ini menunjukkan meski temperatur aktual adalah 28 derajad Celcius tetapi akan terasa oleh tubuh kita seperti 34 derajad Celcius.

Suhu aktual vs Feels Like Temperature

Buat kita yang hobi gowes, ini juga menjadi salah satu pertimbangan ketika kita melakukan long trip. Jika track yang kita libas semuanya berada di dataran rendah maka siap-siap saja merasakan panas sampai 37 atau bahkan 38 derajad Celcius karena suhu aktual di dataran rendah rata-rata mencapai 32 derajad Celcius. Siap-siap selalu merasa haus meski perut sudah kembung karena kebanyakan minum 😛

Bagi yang melakukan whole day trip dan hobi nanjak, ini juga bisa menjadi siasat. Di saat matahari sedang terik dan kelembapan tinggi, kita usahakan area gowes kita sudah berada di atas 400mdpl. Suhu aktual udara sekitar yang cukup sejuk akan cukup membantu. Dan ketika sudah selesai bermain-main di dataran tinggi, menjelang sore kita kembali ke dataran rendah yang suhunya sudah mulai turun.

Senyum dulu sebelum dihajar tanjakan dan dipanggang matahari
Foto terbaik biasa didapatkan ketika matahari sedang terik

Gowes Bekasi Loop – Grand Fondo – Elevation Gain 1000 meter

Gimana caranya keliling Bekasi bisa mendapat EG sampai 1000 meter? Tracknya harus rolling, dong. Dimana di Bekasi (kabupaten) yang banyak track rolling? Di Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru dan Bojongmangu. Empat kecamatan yang berada di tenggara wilayah Kabupaten Bekasi ini banyak memiliki perbukitan, hilly, dengan track rolling naik-turun. Jika diramu dengan benar, bisa mendapatkan EG sampai 1000 meter.

Selain berbukit-bukit, track di kedua wilayah tersebut juga rindang oleh pepohonan dan hijau oleh persawahan. Selain itu jalan-jalan di daerah tersebut kebanyakan dibangun di atas punggung perbukitan sehingga kita bisa mendapatkan banyak pemandangan ke arah lembah.

Karena tanjakan-tanjakannya tidak terlalu ekstrim dan pendek-pendek, maka untuk mendapatkan EG 1000 meter dibutuhkan jarak tempuh yang agak jauh, sekitar 100km. Meski demikian rute gowes bisa kita buat sedemikian rupa agar tidak membosankan dan ketika tampil di Strava terilhat unik. Jika anda memiliki akun Strava, cocok sekali untuk menuntaskan dua challenge yaitu Climbing Challenge dan Grand Fondo.

Bekasi Loop – 100km – EG 1000m
Bojongmangu – Pemandangan ke arah lembah
Tipikal track – Jalan beton dan makadam di beberapa segmen

Sepeda murah bisa ke mana saja?

Sepeda murah juga bisa diajak ke mana-mana. Mau ke pantai bisa. Mau ke gunung boleh. Mengaspal masih terasa ringan. Melibas makadam masih terasa empuk.

Sepeda MTB jenis XC Hardtail adalah all rounder. Bisa dibawa ke hampir segala jenis medan. Bahkan tanpa upgrade sekalipun. Tinggal modal dengkul dan semangat saja.

Gambar berikut adalah buktinya. Memakai sepeda pemula Polygon Premier 5, dalam setahun bisa menempuh total jarak 7.851km dengan total elevasi 76.481m. Total elevasi ini menjadi salah satu tolok ukur apakah seseorang hanya bermain di medan datar dan rata atau hobi nanjak.

Cross Country bersama City Bike Polygon Sierra AX 2011

Tentu saja cross country-nya harus pilih-pilih rute, tidak sebebas ketika memakai MTB yang bisa menerabas medan apa pun. Gravel, jalan tanah, selama kondisinya kering dan tidak terlalu kasar maka city bike masih bisa masuk.

Selama beberapa hari ini city bike Polygon Sierra AX edisi 2011 kuajak jalan-jalan menyusuri saluran irigasi dan membelah persawahan. Ban 1 3/8 inch masih cukup besar untuk meredam aspal kasar ataupun gravel meskipun tetap harus pilih-pilih track agar tidak ketemu lubang ataupun batu-batu besar.

Jika memakai MTB daya tarik utama adalah saat melibas track-nya, memakai city bike daya tarik utamanya adalah sightseeing.

Bulucenrana
Barukku
Kalola Dam

Grand fondo (gowes 100km) seputar rumah

Selama ini, ketika memperoleh “fondo” gowesnya selalu ke arah Selatan (Bogor, Karawang, Purwakarta) atau Utara (Bekasi). Karena memang tempat-tempat indah dan asyik yang layak dituju berada di lokasi-lokasi tersebut.

Di Selatan terdapat deretan pegunungan dengan beragam pemandangan dan belasan curug (air terjun). Di Utara terdapat pantai dan wisata sejarah (candi dan tempat historis). Dari Cikarang, tempat-tempat tersebut berada pada kisaran jarak 40-50km sekali jalan. Artinya jika ditempuh PP maka akan menjadi 80-100km-an. Jarak yang pas untuk Grand Fondo challenge.

Mengingat mood yang lagi drop dan cuaca yang kurang mendukung, sejak beberapa waktu lalu absen dari gowes AKAB (antar kecamatan antar kabupaten, plesetan dari AKAP-antar kota antar propinsi). Sebagai gantinya muter2 saja seputar Cikarang. Cikarang sekarang ini terbagi menjadi banyak kecamatan lho. Nama kecamatannya tinggal ditambah ‘semua nama mata angin’ dan ‘pusat’.

Grand fondo seputar rumah ini biasa kubagi menjadi dua sesi. Sesi pertama di pagi hari, 60km. Sisanya 40 km setelah maksi. Jeda di antara kedua sesi kumanfaatkan untuk mencuci, bersih2 rumah dan istirahat.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk Grand fondo? Hampir 5 jam. Artinya kecepatan rata-rata 20km-an/jam. Ini memakai MTB dengan ban 2,1inch. Jika kalian memakai gravel atau RB tentu catatan waktunya akan jauh lebih singkat.

Bagaimana jika ingin mendapat Elevation Gain maksimal? Pertanyaan yang sering diajukan oleh mereka yang hobi nanjak atau pengumpul elevation gain 😀 Tinggal dipilih saja tracknya.

Cikarang bagian Selatan hingga Bojongmangu kaya dengan tanjakan. Bahkan Bojongmangu arah Buper Karangkitri sangat populer di kalangan goweser Cikarang dan sekitarnya dengan rolling-rolling syahdunya. Jika dirasa Bojongmangu masih terlalu jauh maka di Lippocikarang terdapat 5 segmen tanjakan yang jika dilibas semuanya akan mendapat EG sekitar 100m-an. Artinya kalau dilibas 10x akan mendapat EG 100m (kalau ga bosen 😛 )

Grand fondo seputar Cikarang
Sarapan nasi uduk di Delta Silicon 8 (carbo loading 🙂 )