Upgrade (ganti komponen) setelah 14.000km

Polygon Premier 5 (P5) ini bisa jadi mileage-nya sudah menyamai Xtrada 4.0 dari tahun 2009 (dulu belum ada Strava). Selama dua tahun dan menempuh 14,000km, si P5 sudah sekali ganti ban, sekali ganti bottom bracket, 2x ganti brake pad dan 2x ganti pedal.

Bisa jadi karena braking yang terlalu ekstrim, satu spoke patah saat melibas Jalur Naga. Kemudian satu spoke lagi patah saat gowes ke Cariu. Kehilangan dua spoke dan impact dari trip sebelumnya membuat roda belakang menjadi peyang dan geyal geyol. Sementara itu chain ring sudah mulai ompong giginya. Beberapa kali saat ganti posisi ring yang agak ekstrim suka selip.

Karena kondisinya yang sudah parah dan tidak nyaman saat digowes maka beberapa komponen harus diganti. Spoke dipasang lagi. Dan setelah menimbang-nimbang cukup lama akhirnya diputuskan untuk mengganti sistem penggerak sepaket. Rinciannya: 1. bottom bracket, 2. crank set, 3. chain, 4. cassette dan 5. pedal.

Hasilnya memang mak nyuus. Gowesan terasa jauh lebih mulus dan terasa sedikit lebih ringan (gesekan lebih rendah). Sedikit terharu karena sejak dulu (2009) sudah terpesona dengan Hollow Tech dari Shimano tetapi baru bisa merasakan sekarang (2022).

Jika ditotal memang cukup mahal, total upgrade/ganti komponen 1,5 juta. Akan tetapi performa yang saya rasakan sebanding dengan harganya.

Upgrade sepeda pemula

Jonggol surga bagi penggemar XC (Jonggol Triangle)

Jika kita meletakkan tiga titik imajiner dengan lokasi Mengker – Pertigaan Sukamakmur dan Gunung Batu kemudian menarik garis lurus di antara ketiga titik tersebut maka kita akan mendapatkan sebuah segitiga. Dengan memakai GMaps mode satelit maka dengan mudah kita akan melihat bahwa di dalam segitiga tersebut areanya terlihat lebih hijau dibanding sekelilingnya.

Kemudian jika mode satelit kita ubah ke mode terrain/medan maka akan terlihat bawah di di dalam segitiga tersebut konturnya terlihat kasar. Artinya di dalam area tersebut memiliki banyak lembah, bukit, ceruk dan aliran sungai.

Jonggol Triangle

Dengan kondisi tersebut maka Segitiga Jonggol merupakan surga bagi penikmat gowes cross-country. Vegetasi rapat selain menyejukkan mata juga memberikan teduhan (shade). Konturnya yang kasar dengan bukit dan lembah memberikan pemandangan yang dramatis. Elevasi tinggi dan berdampingan dengan lembah DAS Cipamingkis memberikan semacam panggung dengan latar Gunung Hanjawung, Gunung Pilar dan deretan Pegunungan Halimun di kejauhan.

Tergantung track yang dipilih, di dalam area ini kita bisa memilih antara fun, technical, power maupun endurance. Bahkan jika kita hafal dengan banyaknya jalan setapak/single track di dalamnya, semua pilihan di atas bisa diramu dalam satu trip.

Gunung Hanjawung di kejauhan
Gunung Batu dan Gunung Pancaniti di kejauhan