Saung Berani – Saung asyik untuk tujuan gowes ataupun kegiatan outdoor

Setelah sekian lama gowes dalam rombongan kecil, kali ini bisa gowes lagi dalam rombongan besar bersama teman-teman GAS, Gowes Asyik Syahdu. Total ada 14 goweser yang ikut trip ini. Setelah sekian lama pula gowesnya hanya melibas track-track yang umum dilalui goweser hanya urutannya saja yang dibolak-balik, kali ini kami mencoba sedikit nyempal dari jalur utama.

Seperti biasa, Google Maps menjadi senjata utama untuk menentukan destinasi yang dianggap cukup menarik sebagai tujuan gowes. Sukamakmur memang menjadi daerah tujuan wisata sekaligus daerah tujuan gowes. Maka diubek-ubek lah lokasi seputaran Gunung Batu. Ada tiga geotag menarik, Kopi Berani, Wisata Berani dan Saung Berani. Jika dilihat lokasinya tidak seberapa jauh dari poros jalan Gunung Batu – Sukawangi.

Saung Berani – lokasi pada Google Maps

Gowes plus Kuliner. Begitu kira-kita tema gowes kali ini. Beruntung meski kami memesan menu makan siang on-spot (by phone di jam 8:30-an), ternyata selang waktu antara pemesanan dan tiba lokasi masih mencukupi untuk menyiapkan makanan.

Lama vakum gowes, beberapa peserta gowes tercecer di belakang sehingga harus ditunggui. Rombongan pun terbagi dalam dua kelompok besar. Malangnya, rombongan belakang malah bablas ke arah Kopi Berani, padahal seharusnya menuruni lembah, sehingga mereka harus gowes lebih jauh karena salah jalan.

Meski demikian segala penat dan capek terobati dengan menu makan siang yang mak nyuuss!! Orek, tahu, ikan asin dan telur dadar dikombinasi dengan sayur asem membuat peserta gowes menjadi lahap. Dengan penutup kelapa segar maka setelah acara makan siang goweser menjadi kelenger. Rebahan di saung-saung yang banyak tersedia dan kebetulan tidak pengunjung lain waktu itu sehingga bisa kami monopoli.

Saung Berani – menu makan siang

Saung Berani (Bertani Membangun Negeri) terletak di lembah dengan sungai yang menjadi hulu Cihoe. Lembah ini dikelilingi oleh tiga gunung, Gunung Batu di Utara, Gunung Pancaniti di Timur dan Pegunungan Halimun di Selatan. Pemandangan ke arah Gunung Batu dan Gunung Pancaniti memberikan view terbaik. Apalagi jika sawah dengan padi sedang menghijau atau menguning makan akan tampak bagaikan lukisan Mooi Indie. Saung ini memiliki fasilitas tiga toilet dan dua pancuran mandi, musholla cukup luas, gazebo/saung, dan pondokan beratap sirap.

Saung Berani – Pemandangan ke arah Gunung Pancaniti

Hembusan semilir angin gunung, diiringi kicau burung membuat kami lupa waktu. Tak terasa waktu sudah menujukkan jam tiga. Harus segera berkemas agar sampai tumah tidak terlalu malam. Jam 4 kami meninggalkan Saung Berani. Meski ada dua kendala, rantai terjepit dan ban terkena paku, berkat persiapan komponen cadangan dan tools yang lengkap semua bisa teratasi.

Tinggal dua tantangan lagi yang harus dihadapi, Tanjakan Gunung Batu dan Tanjakan Pesantren Al-Andalus. Tanjakan pertama bisa dili as dengan sempurna. Tanjakan kedua kembali terjadi regrouping menjadi dua rombongan. Begitu kelar tanjakan kedua maka saatnya menggeber dan menikmati turunan panjang.

Waktu Maghrib kami sampai Mengker. Beruntung juga banyak yang membawa lampu sehingga segmen Mengker – Cibarusah via penggillingan batu bisa dilewati dengan mudah.

Saung Berani – menyeberang jembatan bambu
Saung Berani – Gunung Batu di kejauhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s