Setahun bersama Polygon Premier 5 edisi 2020

Polygon Premier 5 ini adalah sepeda termahal yang pernah kumiliki. Sebelumnya memakai Maverick (800 ribu), Astroz (1,6 juta), Xtrada 4 (3,2 juta) dan Premier 5 (4,5 juta). Kecuali Maverick yang digondol orang ketika disimpan di tempat parkir kos, semua sepeda berikutnya adalah proses naik kelas karena menemukan medan yang menantang dan membutuhkan sepeda yang mumpuni.

Ketika memakai Astroz dan melibas trek Curug Cigentis – Karawang, V-brake sama sekali tidak pakem, tidak mampu melakukan pengereman sehingga bonus turunan tidak bisa dinaiki. TTB di turunan itu menjengkelkan sekali.

Saat memakai Xtrada 4.0 dan mengikuti gowes kolozal Cikarang MTB dengan rute Tahura Juanda (Bandung) – Cipunagara (Subang), jari jemari menjadi kaku karena dihajar turunan panjang dan cukup curam. Mechanical discbrake berarti daya pengereman berbanding lurus dengan cengkeraman tangan ke tuas rem.

Tidak mengherankan jika Premier 5 meski usianya baru setahun tetapi mileage-nya sudah mencapai hampir 10.000 km. Sepeda ini mewakili upgrade/kenaikan kelas dari sepeda-sepeda sebelumnya. Peningkatan paling signifikan adalah 9-speed dan Hydraulic discbrake. Dua fitur ini membuat tanjakan lebih mudah dilibas dan turunan menjadi lebih enjoy karena tidak terlalu capek mengerem.

Bagi kita yang memakai sepeda biasa-biasa saja, atau belum memiliki kesempatan memiliki sepeda yang lebih mumpuni, mileage Xtrada 4 dan Premier 5 ini seharusnya menjadi penyemangat.