Gowes XC – Pemandangan sawah, dangau dan gunung nan indah di Antajaya Tanjungsari Bogor

Sabtu itu sebenarnya tujuan gowes saya adalah Kahyangan Camping Ground dan Quilling (Heaven Memorial Park). Sendiri karena salah satu rekan gowes harus ke Jakarta di siang hari. Takut waktunya tidak dapat. Di Cariu bertemu dengan om-om dari Jonggol yang sepedanya membuat ngiler. Mudah saja identifikasinya, sprocket sebesar tampah, caliper bersirip (XTR) daannn… frame polos tanpa cat (Titanium)

Setelah berpisah dengan rombongan om-om yang hendak ke Green Canyon, saya berbelok ke kanan menuju Antajaya. Beberapa papan nama penunjuk arah yang disponsori perusahaan rokok menggoda saya untuk berbelok arah. Awalnya adalah papan nama Gunung Kandaga. Ketika berbelok ke arah tersebut rupanya di kaki gunung sedang dilakukan land clearing untuk membangun perumahan dengan konsep villa. Namanya agak aneh, Swiss. Mungkin karena pemandangannya bagus seperti di Swiss. Saya berharap namanya nanti lebih melokal.

Di belakang area villa ini terdapat Gunung Kandaga. Puncaknya yang berupa blok batuan nampak kokoh. Konon, gunung ini merupakan salah satu titik awal penyebaran Agama Islam di daerah ini. Kalau kita mau bersusah payah mendekat ke arah puncak gunung (sebenarnya bukit ya, karena ketinggiannya hanya 280mdpl) maka kita akan mendapatkan beberapa spot foto yang menarik. Di bawah ini contohnya 🙂

Gunung Kandaga, Antajaya Tanjungsari Bogor

Villa Swiss – Antajaya Tanjungsari Bogor

Sebenarnya foto yang lebih menari bisa kita dapatkan sore hari karena gunung-gunung yang ada di sebelah timur villa ini akan tersorot matahari sore. Sementara di pagi hari posisi matahari akan menyebabkan backlight yang membuat kamera tidak mampu menangkap detil keindahan gunung-gunung tersebut.

Setelah puas menangkap pemandangan indah ke dalam kamera, saya pun kembali turun ke arah jalan utama. Belum berapa lama berjalan ada papan nama lagi. Kali ini namanya Wisata Pinus. Penasaran. Belok kiri lagi.

Jalan beton mulus menyambut dengan sawah di kanan kira menyambut Xtrada 4.0. Jalannya tidak terlalu lebar, hanya cukup dilalui satu mobil. Di ujung terdapat perkampungan yang cukup padat akan tetapi banyak memiliki ruang terbuka dengan pepohonan yang rimbun. Jalan beton sampai ke ujung kampung bahkan sampai area sawah dan perkebunan sampai akhirnya harus bertemu dengan makadam.

Jalur makadam ini akan menawarkan pemandangan yang (menurut saya) luar biasa. Ijo royo-royo. Hamparan sawah menghijau, dangau, pohon kelapa dan deretan puncak-puncak gunung di belakangnya. Mooi indie sekali.

Di samping sawah ini terdapat saluran irigasi dengan airnya yang sangat bening sekali. Boleh percaya boleh tidak, karena kehabisan air akhirnya saya mengisi botol air minum dengan air ini. Terbukti akhirnya air dari saluran irigasi ini menjadi penyelamat karena trek di depan rolling-nya gila-gilaan. Sangat menguras energi dan cairan. Di salah satu segmen saya sempat ngasak buah rambutan yang terjatuh di bawah pohonnya. Lapaar banget!!

Sebenarnya saya bisa saja kembali ke trek awal akan tetapi godaan single track makadam dan keinginan membuat loop akhirnya mengantarkan saya kepada track yang hanya bisa dilewati dengan motor trail dan jalan kaki saja. Licin, sangat curam, dua jembatan kayu yang meragukan kekuatannya, agak panas karena sebagaian pohon sudah ditebang.

Sawah, dangau, gunung – Antajaya Tanjungsari Bogor

Antajaya Tanjungsari Bogor

Antajaya Tanjungsari Bogor

Bagi goweser yang biasa main di sekitar Jonggol, Cariu dan Green Canyon bisa mencoba trak ini. Dijamin tidak akan menyesal.