Gowes XC Tanrutedong – Waduk Kalola

Gowes kali ini memang kurancang agar benar-benar XC dengan menghindari jalan raya Tanrutedong – Anabanua. Maka setelah berangkat dari Warung Soto Imam Saleh si Astroz kuarahkan ke Jalak Bila. Begitu bertemu saluran irigasi sepedah kuarahkan ke Timur dengan asumsi nantinya akan bertemu dengan saluran primer irigasi Bila. Benar saja setelah melewati saluran tersier dan sekunder serta menyusuri jalanan di tengah sawah, akhirnya bertemu juga dengan saluran primer tersebut. Saluran primer ini sempat kulewati beberapa kali dengan motor maupun si Astroz bersama Emil si bocah lanang.

Astroz @ Saluran Suplesi Kalola, Maniangpajo

Pemandangan di sepanjang trek ini sangat menawan dengan latar pegunungan Rante Mario yang menjadi hulu Salo Bila di kejauhan. Beberapa lintasan menjadi sangat sempit dengan menyisakan bahu saluran air sehingga sangat cocok untuk melatih keseimbangan. Jika tak seimbang? Nyemplung ke sawah!!

Begitu bertemu dengan saluran suplesi Kalola maka trek menjadi lebih menarik karena kubangan-kubangan dan cekungan-cekungan di jalan membuat sepeda terasa naik turun. Hijau dan sesekali bertemu dengan kerimbunan pohon-pohon akasia dan pohon-pohon liar di ladang. Jalur ini adalah jalur favorit. Dan diujung trek seperti biasa rumput-rumput tinggi menjulang karena jalur yang jarang dilewati akan menyambut.

Menjelang Kalola Dam makan trek menjadi jalan beraspal mulus. Kalola kali ini menjadi lebih cantik dan menarik karena rumput-rumput di bendungan dipangkas rapi. Pagar-pagar, gerbang masuk dan gedung-gedung serta sarana bendungan dicat baru dengan dominasi warna kuning dan putih.

Astroz @ Kalola Dam, Sogi, Maniangpajo

Mission accomplished!!

Akhirnya ketemu juga jalan tembus dari Sogi, Maniangpajo ke Bila, Pituriase. Selama ini jalur tersebut sudah sempat kuintip dengan Gmaps tetapi belum sempat dieksekusi. Akhirnya kemarin setelah mengunjungi Kalola Dam dalam perjalanan pulang kuputuskan untuk mencoba trek tersebut. Keputusan yang tidak akan kusesali karena jalur ini cukup menantang dan memberikan pemandangan Kalola Dam dari atas sebuah bukit. Analisis memakai Strava menunjukkan bahwa ketinggian bukit tersebut antara 90 – 100mdpl.

Astroz @ Sogi, Maniangpajo dengan latar Kalola Dam

Perbukitan ini membuat gowes kali ini menjadi lebih variatif lintasannya dengan menawarkan beberapa tanjakan yang cukup menghangatkan dengkul. Beberapa trek cukup mudah karena tanah cukup padat tetapi tanjakan pertama yang cukup tinggi menyuguhkan lintasan gravel dengan kerikil dan batu-batu kecil yang lepas.

Kalola Ranch

Duapitue dan Maniangpajo memang memiliki trek XC yang sangat bagus dengan tingkat kesulitan atau “keberatan” bervariasi. Jika ingin yang ringan-ringan bisa menyusuri jalan-jalan kampung, jalan sepanjang tanggul dan jalan-jalan di persawahan yang relatif datar. Jika ingin mendapatkan tanjakan maka bisa mengarah ke Kalola yang menawarkan trek rolling dengan beberapa perbukitan dan tanjakan.

Sayang dengan potrensi trek yang cukup lengkat tersebut rupanya hobi bersepeda cross-country belum terlalu banyak penggemarnya. Sepertinya hobi bermotor lebih populer bagi anak-anak muda dan orangtua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s