Gowes Delta – Salo Bila dan Salo Bulucenrana

Pagi itu ayah dan Emil menuju ke arah desa Bila. Di sebuah pertigaan, sepeda diarahkan ke kanan menuju jembatan panjang yang melintas sungai Bila. Setelah melihat-lihat pemandangan dari atas jembatan, di sebuah pertigaan setelah jembatan sepeda diarahkan ke kiri menyusuri jalan-jalan kampong.

Jalanan yang berada di tepi sungai Bila sangat rimbun oleh pepohonan dari kebun-kebun yang terletak di sepanjang aliran sungai. Logikanya jika tadi saat berangkat menyusuri sebelah kanan sungai maka jika sekarang menyusuri sebelah kiri sungai maka akan kembali ke tempat semula.

Kami masih asik menikmati jalanan kampung yang relatif datar dengan pemandangan kanan-kiri yang sangat menyejukkan. Di sebelah kanan sawah luas menghijau. Di sebelah kiri kebun-kebun rimbun dengan berbagai tanaman buah dan kelapa.

Setelah berjalan cukup jauh ayah baru ingat jika di depan ada percabangan sungai, yaitu Sungai Bulucenrana. Artinya jika tidak ada jembatan maka harus kembali ke jalan semula atau memutar sampai Dongi. Dua pilihan yang sama-sama tidak enak karena sama-sama jauh.

Si Emil mulai cemas setelah ayah menceritakan dua pilihan tersebut. Sambil meneruskan bersepeda kami menengok ke kiri berharap ada jembatan yang akan menyeberangkan kami. Tidak terlihat juga sampai kami bertemu percabangan sungai dan mulai menyusuri tepian Salo Bulucenrana.

Di sebuah pertigaan kami berhenti untuk beristirahat. Si Emil mulai kecapekan. Bekal air minum tinggal segelas. Sementara ayah belum minum sama sekali dan mulai merasa haus. Jalan yang kami lewati memang sepi dan jarang rumah. Sampai saat ini belum menemukan satu warung pun.

Ketika ada ibu-ibu sedang menyapu kami bertanya apakah ada jalan pintas menuju Tanrutedong. Si ibu bilang ada jembatan gantung sebelum kuburan. Alhamdulillah, kami tidak jadi memutar. Si Emil langsung tersenyum.

Ternyata lokasi jembatan gantung tersebut memang agak tesembunyi. Jalan aksesnya melewati pekarangan penduduk sehingga agak tersembunyi. Dannn….., jembatan tersebut ternyata masih baru sekali. Mungkin baru selesai dibangun sebulan yang lalu. Artinya jika ayah dan Emil gowes sebulan yang lalu mau tidak mau harus berputar atau kembali lagi jika ingin pulang.😀

Rute gowes Salo Bila

 

Jembatan gantung Salobukang-Bola Bulu melintas di atas sungai Bulucenrana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s