Kisah bike to school|Tertolong oleh sepeda

Kisah ini terjadi saat diriku masih kuliah di Universitas Brawijaya. Selain perpustakaan kampus, masjid kampus – masjid Raden Patah, merupakan salah satu tempat favoritku untuk menghabiskan jeda waktu menunggu jadual kuliah berikutnya. Seringkali aku mengerjakan PR mata kuliah Kalkulus di situ.

Waktu itu aku baru saja membeli sepatu baru. Sebuah sepatu semi-formal warna hitam yang agak mengkilat karena memang masih baru. Seperti biasa sepatu kutaruh di atas paving block selasar masjid. Memang ada rak khusus sepatu terbuka tetapi aku jarang menaruh sepatuku di situ. Tokh tempatnya terbuka. Siapapun yang berniat mengambil sepatu orang lain pasti bisa melakukannya.

Ketika aku sudah menyelesaikan aktivitas di masjid dan hendak pulang aku terkejut ketika sepatuku sudah tidak berada di tempatnya lagi. Kucari-cari ke sana kemari siapa tahu aku lupa menaruhnya di tempat lain. Kemungkinan tertukar kecil sekali karena sepatu-sepatu yang ada di sekitar sepatuku tidak ada yang mirip. Rupanya seseorang telah mengambil sepatuku baruku yang baru kupakai tidak berapa lama.

Untungnya saat itu aku sudah selesai kuliah dan membawa sepeda (lima tahun kuliah full memakai sepeda, jarang sekali naik angkot). Well, the show must go on. Tak akan ada orang yang memelototiku. Kalaupun mereka melotot bukan urusanku. Akhirnya dengan bertelanjang kaki aku mengayuh sepeda ke arah Singosari. Untungnya lagi pedal sepeda jengki sangat nyeker friendly. Permukaan pedalnya rata terbuat dari karet keras sehingga tidak sakit di telapak kaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s