Gowes Sentul – Cipanas melalui Karang Tengah – Cibadak – Ciherang – Cipamingkis – Kampung Arca – Batulawang

Judul panjang ini menunjukkan lokasi-lokasi yang kami lewati sepanjang rute ng-uphill ke Cipanas. Trek ini sudah lama masuk dalam kalender gowes Ecekeble sejak 2012 tetapi baru terlaksana kemarin, 16 Februari 2013. Sebagian orang memanfaatkan tertundanya acara gowes ini untuk berlatih (bimbel), baik indoor maupun outdoor, sendiri ataupun berkelompok, diam-diam maupun pasang pengumuman.

Semua tahu bahwa ini akan menjadi gowes yang sangat berat. Beberapa goweser yang lebih dulu melibas trek ini juga me-review demikian. Ada yang berkomentar, sampai Cibadak saja cukup berat apalagi sampai Cipanas (Cianjur). Kami sadar semakin banyak goweser yang mengatakan bahwa ini adalah trek berat maka aktualnya pasti demikian. Setidaknya bagi goweser amatir seperti kami.

Formasi tim gowes Ecekeble di sekitar Gunung Pancar

Formasi tim gowes Ecekeble di sekitar Gunung Pancar

Trek gowes sudah ditarik pada peta, Google Earth sudah dipelototi, segmen-segmen yang memiliki tanjakan ekstrim sudah ditandai. Meski demikian ada satul hal yang luput dari perkiraan kami, yakni resolusi profil elevasi yang sangat kasar. Profil elevasi lintasan tersebut ternyata tidak mampu menyajikan rolling-rolling dalam jarak pendek.

Kami terlalu menganggap enteng segmen Sentul City – Cibadak dan menganggapnya tidak jauh berbeda dengan Sentul City – KM0. Segmen ini ternyata benar-benar bagaikan roller coaster, naik bukit turun lembah karena memotong banyak aliran sungai. Sungai-sungai yang merupakan hulu dari Kali Cileungsi/Kali Bekasi ini memanjang dari Selatan ke Utara sedangkan rute gowes kami dari arah Barat ke Timur.

Nanjak di sekitar Karang Tengah

Nanjak di sekitar Karang Tengah

Sedikit demi sedikit kami semakin menjauhi target waktu yang sudah ditetapkan. Tiba-tiba saja semua orang menjadi lupa bahwa waktu istirahat maksimal 15 menit. Di mana ada warung, lokasi menarik, jembatan, kami berhenti dan menjadikan alasan narsis atau mengisi ulang cadangan energi sebagai kesempatan untuk berisirahat.

Meski demikian beratnya medan sebanding dengan pemandangan yang lebih elok dibanding rute ke KM0. Begitu kita melewati area Gunung Pancar maka kepadatan pemukiman berkurang. Sepanjang jalan didominasi kebun dan sawah yang menghijau dengan latar perbukitan. Sungai-sungai  berair jernih dengan batu-batu andesit berukuran besar banyak terdapat di rute ini. Kecapekan cukup terobati dengan sesi narsis di beberapa jembatan kayu yang memotong sungai-sungai tersebut.

Foto keluarga di jembatan Kayu

Foto keluarga di jembatan Kayu

Dihajar tanjakan makadam menjelang Cibadak

Dihajar tanjakan makadam menjelang Cibadak

Menjelang pertigaan Cibadak, salah satu sepeda menglami kerusakan. Freehub menjadi los. Meski sudah diikat ke spoke dengan beberapa kabel kami tidak mau mengambil resiko dan memutuskan untuk mengevakuasi sepeda dan penunggangnya dengan ojek ke Jonggol.

Cuaca yang sebelumnya cukup bersahabat tiba-tiba menjadi sangat menyengat ketika sampai di Cibadak. Terik semakin terasa saat mencapai pertigaan Sukamakmur. Di tempat ini kami mengisi ulang perbekalan sambil menunggu salah satu goweser yang tidak nongol-nongol. Ternyata sepedanya mengalami masalah dengan ban.

Dibawah terik matahari kami melanjutkan perjalanan menuju pertigaan BTS/pertigaan Jogjogan. Dari tempat tersebut kami akan melakukan summit attack menuju Ciherang. Ini adalah segmen terberat dari trek Sentul City – Cipanas via Cipamingkis. Dalam rentang 5,2 km kami akan mendaki dari ketinggian dari ketinggian 400 mdpl menuju ketinggian 1020 mdpl.

Belum sampai di pertigaan BTS/pertigaan Jogjogan, kami sudah beristirahat lagi di pangkalan ojek Wargajaya. Alarm makan siang milik salah satu goweser berbunyi dan langsung dibungkam di sebuah warung. Goweser lainnya mulai sibuk mengoleskan minyak GPU ke betis dan paha.

Segmen pertigaan BTS hingga Ciherang inilah yang banyak dibenci oleh goweser amatir. Ada yang menyebutnya tanjakan jahanam dan tanjakan tembok untuk menggambarkan betapa miringnya jalan. Yang menjengkelkan, beratnya tanjakan ini tidak diimbangi oleh pemandangan yang menyejukkan mata. Beberapa lahan kosong malah sekarang berpagar tembok. Jauh dari kesan pegunungan yang asri dan sejuk. Hanya ada sedikit point of interest di segmen ini. Itupun seringkali terlewat karena tiap orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing agar lolos dari ganasnya tanjakan.

Nanjak Ciherang

Nanjak Ciherang

Segmen ini dilibas sedikit demi sedikit. Bisa dipastikan di tiap tanjakan harus diselingi dengan istirahat untuk mengembalikan stamina yang tersedot. Beratnya tanjakan ini bisa dilihat dari waktu tempuh rata-rata goweser amatir yang biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Beruntung di ujung tanjakan kita akan disuguhi pemandangan menarik ke arah lembah Cipamingkis dan Gunung Batu. Beberapa goweser mengumpulkan barbuk dengan latar lembah ataupun tebing gunung.

Sebenarnya, segmen berikutnya, yakni Ciherang – Kampung Arca menyajikan lintasan dan pemandangan yang sangat menarik, hanya saja stamina kami sudah terkuras di segmen sebelumnya sehingga fokus kami adalah secepatnya sampai di Cipanas. Rencana untuk mandi dan berendam di Curug Cipamingkis pun di-skip. Selain cuaca tidak mendukung kami sudah kehilangan banyak waktu.

Menung kampung di atas awan - Kampung Arca

Menuju kampung di atas awan – Kampung Arca

Beberapa goweser mulai berpikir rasional dan mengesampingkan gengsi. Evakuasi adalah pilihan terbaik. Akhirnya separo goweser yang tercecer di barisan belakang diangkut dengan mobil bak sampai Kampung Arca.

Beruntung di ketinggian sekitar 1200 mdpl, di tengah kerimbunan hutan pinus kami menemukan warung yang representatif. Kopi hangat, teh hangat, mi instan+telur rebus menjadi pengganjal perut yang keroncongan. Warung ini berada di sebuah lereng bukit dengan pemandangan lepas. Di keremangan senja kami masih menyaksikan keindahan lembah yang terhampar di kejauhan.

Rehat di sebuah warung

Rehat di sebuah warung

Pemandangan dari warung

Pemandangan dari warung

18:10 kami mulai menuruni pegunungan menuju Cipanas. Hujan rintik membuat jalan makadam menjadi becek dan licin. Tubuhpun mulai mengigil. Hari berangsur menjadi gelap. Beberapa orang yang tidak bisa memakai kacamata mengandalkan rear lamp dari goweser di depannya sebagai pemandu. Beruntung tidak ada insiden saat gowes dengan kondisi gelap gulita.

19:30 kami sampai di Cipanas. Badan semakin menggigil karena metabolisme tubuh menurun setelah berhenti menggowes. Bubur kacang hijau menjadi penghangat. Tetapi khasiat bubur kacang hijau hanya sebentar. Hujan deras membuat kami menggigil lagi.

Mengingat hari sudah malam dan stamina sudah menurun akhirnya diputuskan untuk naik angkot sampai Puncak. Sopir angkot dilobi lagi sehingga mereka bersedia membawa kami sampai Gadog.

Meski sudah dievakuasi dengan angkot ternyata tantangan belum berakhir. Pakaian yang basah dan hujan yang semakin deras membuat kami semakin menggigil kedinginan. Masuk angin.

Beruntung ketika sampai di Gadog sopir bisa dilobi agar sekalian mengantarkan kami ke Sentul City. Tak terbayangkan betapa repotnya mencari empat angkot di Gadog yang bersedia membawa kami ke Sentul City. Apalagi saat itu bertepatan dengan penutupan arus lalu lintas dari arah Puncak. Jadilah ini angkot termahal yang pernah kami bayar, 350.000 dari Cipanas ke Sentul City. Tak masalah. Bahkan kami merasa sangat tertolong. Malam itu tak ada yang lebih kami harapkan selain sampai Sentul City secepat mungkin, membasuh badan, berganti pakaian dan pulang.

Kesimpulannya, Sentul – Cipanas via Karangtengah – Cibadak – Cipamingkis adalah rute berat. Badan harus berada dalam kondisi fit untuk melibas trek ini. Siapkan uang kontan dalam jumlah agak besar. Siapa tahu anda memerlukan evakuasi dengan ojek, mobil bak dan angkot. Selain itu anda akan sering-sering mengisi perut di trek ini. Ini adalah trek yang paling boros minuman.

Ah, masak iya?

Penasaran??

Silahkan dicoba😉

Peserta: Om Rommy, Om Julian, Om Agung, Om Atoe, Om Gunawan, Om Teddy, Om Tjipto, Om Budi, Om Ir, Om Trubus, Om Andre, Om Praka, Om Nyoman (bintang tamu) dan Om Hidayat (bintang tamu)

Rute gowes Sentul - Cipanas melalui Karang Tengah, Sukamakmur, Cipamingkis

Rute gowes Sentul – Cipanas melalui Karang Tengah, Sukamakmur, Cipamingkis (

http://www.bikemap.net/route/1967545#lat=-6.6381456337825&lng=106.94252&zoom=11&maptype=terrain)

15 responses to “Gowes Sentul – Cipanas melalui Karang Tengah – Cibadak – Ciherang – Cipamingkis – Kampung Arca – Batulawang

  1. Tabloid GOWES terbit dwi mingguan ini merupakan satu-satunya wadah bagi komunitas sepeda yang ada di Indonesia, dan bagi para pecinta sepeda Indonesia yang berkeinginan tampil di Tabloid GOWES caranya cukup mengirim artikel pengalaman nggowes serta foto-foto pendungkung di email : gowes_tabloid@yahoo.com pasti kami muat. salam redaksi

  2. Wah, trek nya memang mantaf om. Saya kemarin baru aja lewat sana,,tapi pake motor. Jembatan kayu yang kedua bikin sport jantung. Jelang SDN 1 cibadak ada tanjakan makadam yang yang gokil abis. Salut dah buat dengkul tim goweser.

  3. memang jalur ini menguras tenaga … rolling naik turun. saya pernah lewat menuju batu tapak pasir awi jonggol …. kalau track yang ke cipanas … perjalanannya masih lebih gila lagi … he he

  4. Ping-balik: 5 Trek Sepeda Favorit Untuk Pekerja Kantoran Di Jabodetabek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s