Kacamata sepeda keren & murah meriah dari Krisbow

Kacamata sepeda ini sebenarnya adalah kacamata safety dari Krisbow akan tetapi bisa juga kita pakai untuk bersepeda.

Kacamata safety-kacamata sepeda Krisbow

Fitur-fiturnya sebagai berikut:
-Polycarbonate Frame
-Rubber Nosepad
-Flexible Temple
-Stylish Model
-Eyecatching Color
-Dual Color Frame
-Soft Nosepad,Soft Temples and tips,wearing comfortable
-99% UV Protection,Scratch & Fog resistance

Harganya hanya 35.000 rupiah ditambah PPN 10% harga totalnya 38.500 saja. Cukup murah jika dibandingkan dengan kaca mata sepeda yang biasanya ratusan ribu rupiah. Kacamata ini bisa anda dapatkan di jaringan toko Kawan Lama atau ACE Hardware.

Penampakan asli kacamata safety/kacamata sepeda Krisbow

Iklan

Bersepeda di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu

Inilah wilayah Indonesia dimana jumlah sepedanya melebihi jumlah penduduknya. Pulau Tidung di Kepulauan Seribu mengalahkan Belanda yang terkenal dengan penduduknya yang gila bersepeda. Sepeda-sepeda di Pulau Tidung merupakan fasilitas yang diberikan untuk pelancong. Jika anda menginap di salah satu homestay di pulau ini maka secara otomatis anda berhak memakai sepeda yang disediakan pemilik homestay tanpa batasan waktu. Selama anda belum checkout maka sepeda-sepeda yang disediakan bisa anda gunakan sepuasnya.

Sepeda-sepeda di Pulau Tidung pada sebuah homestay

Kebanyakan sepeda yang disediakan di Pulau Tidung berjenis citybike kecepatan tunggal. Mengingat tingginya kadar garam di udara, tanah dan air maka pemakaian derailleur akan rentan macet akibat karat. Maka jangan heran jika komponen-komponen sepeda yang terbuat dari baja berkarat semua mulai dari poros, rantai hingga mur dan baut.

Bersepeda di Pulau Tidung

Sebagian besar sepeda disetel pada posisi sadel terendah. Hal ini tentu membuat kaki menjadi cepat lelah karen posisi mengayuh tidak ideal. Sebelum anda bersepeda pilihlah sepeda-sepeda yang memiliki quick-release pada seatpostĀ (batang sadel)-nya.

Menginat Pulau Tidung cukup panjang maka tersedianya sepeda ini sangat menunjang mobilitas kita yang ingin menyusuri pulau. Tujuan favorit adalah beberapa cafe yang terdapat di ujung timur pulau dan jembatan cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Kecil hanya bisa disusuri dengan berjalan kaki karena semua sepeda harus diparkir sebelum jembatan cinta.

Gowes sendiri? Why not?

Bike to work sendiri? Why not?

Motivasi dan kesempatan orang tidak selalu sama dan ajeg. Mungkin pada suatu masa aktivitas B2W demikian ramainya. Bisa jadi karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya sebagian meninggalkan aktivitas bersepeda ke tempat kerja. Sebagian dari mereka mesti menghemat waktu yang terbuang di jalan akibat bersepeda. It’s fine.

Manakala masa-masa booming-bike to workĀ itu lewatĀ sebagian dariĀ kita mestiĀ tetap menjaga semangat kita bersepeda with or without them.

Ayo gowess šŸ™‚

X4.0 nangkring di parkir sepeda

Penampakan sepeda pada film Bourne Ultimatum

Tulisan ini terinspirasi oleh pandangan jeli seorang programmer dimana ia melihat sebuah hacking tools yakni Nmap dipakai oleh seorang agen CIA untuk memindai email seorang wartawan dalam film Bourne Ultimatum

Sebagai orang yang senang dengan aktivitas bersepeda,Ā  aku tersadar bahwa banyak sekali sepeda-sepeda yang terekam dalam filmĀ Bourne UltimatumĀ dalam scene di London. Bagian terbanyak adalah pada pembukaan film ketika menampilkan kisah tentang wartawan The Guardian, Simon Ross, yang sedang menginvestigasi jati diri Jason Bourne.

Sepeda dalam film Bourne Ultimatum

Ketika Simon Ross keluar dari kantor The Guardian di London kita menyaksikan beberapa sepeda yang diparkir sekenanya di pagar-pagar atau tiang-tiang di depan perkantoran atau tepatnya di tepi jalan raya. Mungkin ini menunjukkan betapa besarnya toleransi dan penghargaan Ā mereka bagi para komuter bersepeda sehingga mereka boleh menempel (parkir) di mana saja.

Tentunya sepeda-sepeda tersebut diikat ke tiang atau pagar. Akan tetapi jika saya diminta melakukan hal tersebut di Indonesia saya tidak akan berani. Pencuri di negara ini punya reputasi tinggi. Mereka sangat lihai merontokkan berbagai alat pengaman bagi sepeda ataupun motor.

Sepeda dalam film Bourne Ultimatum terlihat dari sebuah kamera CCTV

Jika kita perhatikan lagi, sepeda-sepeda tersebut termasuk kategori sepeda biasa yang merakyat. Sepeda-sepeda tersebut memang sepeda yang dipakai untuk komuter dan perkotaan bukan sepeda MTB. Mungkin karena saking kotanya mereka sama sekali tidak terpikir untuk bermain cross-country. Kemungkinan lain mereka memiliki beberapa jenis sepeda sesuai peruntukkannya sehingga saat bike to work dipakailah sepeda tersebut.

Sepeda dalam film Bourne Ultimatum – tempat parkir paling eksklusif di London

Kalau di Indonesia lain lagi ceritanya. Karena biasanya tiap orang hanya memiliki satu jenis sepeda maka sepeda tersebut dipakai ke mana-mana. Bermain lumpur di akhir pekan, blusukan keluar masuk kampung dan gowes ke tempat kerja memakai sepeda yang sama. Dalam tanda kutip inilah All Terrain Bike šŸ™‚

Apapun sepedamu, ayo digowes ke tempat kerja!