Gowes kebun teh|Saung Kembang – Teh Walini Panglejar

Survei lagi untuk acara gobar. Kali ini trek yang akan disurvei adalah Saung Kembang – Teh Walini Panglejar yang berlokasi di dalam area PT Perkebunan Nusantara VIII, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Ada beban mental saat berangkat karena membawa pesan sponsor, “tanjakan minimal, trek adem, tidak terlalu jauh dan tidak membosankan”. Lalu kendala kedua adalah pengetahuan trek yang masih samar-samar, tidak alat navigasi kecuali hanya peta kasar, kompas dan “bacot”. Gabungan dari citra satelit yang samar-samar, gambar peta dari FB milik Roger Bagen, lalu peta topografi menjadi bekal dalam melakukan orientasi arah dan mengenal medan. Tentunya semua itu mesti diverifikasi dan dikonfirmasi dengan kondisi aktual dan info dari lapangan.

Tea Corner Panglejar

Mobil langsung menuju Tea Corner untuk melihat lokasi yang bisa dipakai sebagai alternatif unloading sepeda ataupun re-grouping dan re-fuelling. Setelah mengisi perbekalan dan menggali informasi dari tukang parkir maka kami langsung mengarah ke Saung Kembang di Cigatro. Sempat tersesat beberapa kilometer dari jalan masuk ke Cigatro. Ternyata petunjuknya adalah papan penunjuk arah Stasiun Cikadongdong.

Saung Kembang - Cigatro, Cikalongwetan, Bandung Barat

Begitupun ketika sudah sampai di Cigatro kami tersesat lagi sejauh kurang lebih satu kilometer dari lokasi Saung Kembang. Saung Kembang adalah sebuah homestay dan arena outbound milik keluarga. Didalam arena ini terdapat beberapa saung, kolam ikan, green house dan flying fox. Teman-teman dari Roger Bagen sering menggunakan tempat ini sebagai basecamp ketika menjelajahi area perkebunan teh Walini.

Begitu keluar dari basecamp kami langsung dihajar tanjakan aspal yang cukup panjang dan miring. Tidak heran jika dinamakan Tanjakan Warming Up karena begitu sampai di ujung tanjakan dengkul langsung terasa hangat. Di ujung tanjakan kami langsung berbelok ke kanan masuk ke areal perkebunan teh. Dilihat dari profil jalan dan medan tampaknya kami sudah berada pada arah yang benar.

TTB di turunan Aki Sawan

Setelah itu kami bertemu dengan sebuah pertigaan dan lembah yang dalam. Mengarah ke kanan kami bertemu dengan sebuah turunan yang berupa single track yang cukup curam dan sangat licin karena terguyur hujan. Inilah Turunan Aki Sawan. Di ujung turunan kami bertemu dengan trek pematang yang membuat kami harus TTB. Di ujung pematang ada sebuah sungai kecil dengan jembatan bambu. Jembatan ini harus diwaspadai karena beberapa batang bambunya sudah lapuk dan sempat memakan korban dimana seorang rekan kami terperosok.

Jalur pematang dan jembatan bambu

Selepas hutan bambu kami memasuki tanjakan hutan karet dengan trek yang licin karena ditumbuhi lumut. Di ujung trek ini ada sebuah tanjakan yang bernama Tanjakan Perut Kembung. Tanjakan ini mengharuskan kami bahu membahu untuk membawa sepeda melintasinya. Saking curamnya perlu dua orang untuk menarik sepeda ke atas.

XC Perkebunan Teh Walini

Selepas tanjakan di atas kami memasuki areal perkebunan teh yang sebenarnya. Beberapa pekerja pemetik daun teh nampak bergerombol dengan latar pohon-pohon teh yang baru saja dipangkas. Selanjutnya kami bertemu dengan trek makadam yang berlumpur sampai bertemu lagi dengan sebuah perempatan di pinggir hutan karet. Kami putuskan untuk mengambil arah ke kanan dan mendapatkan sebuah turunan panjang sampai kami bertemu dengan jembatan besi.

Perkebunan teh Walini sisi timur Tol Cipularang

Melalui jalan setapak di samping sebuah rumah kami mendaki lagi ke arah hutan karet. Di ujung jalan setapak kami berjumpa lagi dengan trek makadam dengan sebuah saung seng di pinggir jalan. Kami sudah dekat dengan Tol Cipularang karena deru mobil semakin jelas terdengar. Lalu sebuah jembatan yang melintas di atas Tol Cipularang mengantar kami ke sisi timur perkebunan Teh Walini. Berhenti dan narsis sebentar di Saung Teh Walini.

Perkebunan teh memang adem

Kebun teh di sebelah timur tol ini lebih rapi dan indah dibanding sebelumnya. Sempat bingung dan sedikit ragu-ragu memilih arah ketika bertemu jalanan bercabang. Berbekal kompas di sepeda kami memutuskan untuk mengambil cabang jjalan yang mengarah ke timur. Ternyata dari Saung Teh Walini tidak terlalu jauh lagi ke Tea Corner Panglejar.

Jalan tanah mulus Perkebunan Teh Walini

Setelah sholat Dhuhur dan makan siang di Tea Corner kami melanjutkan survei sesi kedua. Tujuan kami mencari rute yang berbeda dengan rute pertama sebagai cadangan apabila nanti acara gobar diputar di dlam area perkebunan teh. Pada sesi kedua ini kami sempat N11 beberapa kali. Penunjuk arah sempat direvisi beberapa kali. N11 terjauh terjadi selepas jembatan tol KM102. Terbuai oleh turunan mulus kami terhenti di jalan buntu. Tak ada jalan pintas untuk menuju hutan karet di sebelah selatan.

Kami kembali ke rute semula dan memutuskan untuk menyusuri sisi jalan tol. Salah mengambil jalan kami mesti berhadapan dengan rumut ilalang dan putri malu yang menggores kaki. Di ujung tek ini ilalang bertambah rimbun dan tinggi. Lalu sebuah gundukan tanah yang terjal mengharuskan maki semua memanggul sepeda agar bisa melewatinya.

Alang-alang di samping jalan tol KM102 Perkebunan Teh Walini

Selanjutnya kami bertemu lagi dengan trek hutan karet dengan lintasan mulus dan adem. Setalahnya adalah trek yang sama dengantrek sei pertama dengan sedikit modifikasi ke arah peternakan ayam lalu ditutup dengan tanjakan landai kebun teh. Selesai sudah survey rute dalam kebun teh. Saatnya kembali ke Saung Kembang dengan menyusuri trek makadam hutan karet. Banyak sekali kubangan air dan jalan cukup licin. Karena kurang hati-hati salah seorang surveyor terpeleset dan terjatuh dari sepeda.

Ketika memasuki perkampungan kami mendapat bonus turunan dan tanjakan Roller Coaster. Menggeber dengkul untuk terakhir kalinya sebelum disambut dengan teh hangat, kopi dan ikan nila goreng dengan sup kacang, sambal terasi, tempe dan tahu goreng plus lalapan. Maknyuss!!

Sebagai penghargaan untuk teman-teman Roger Bagen yang merintis trek ini maka nama tanjakan dan turunan memakai penamaan dari mereka.

The Surveyors - liat dan tangguh meskipun nyasar beberapa kali (N11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s