Gowes solo Lippo Cikarang-Cariu-Cikalongkulon

Jam 07:00 Xtrada4.o keluar dari Taman Cibodas menyusuri jalan perkampungan menuju Cibarusah. Sengaja kuhindari jalan raya Cikarang-Cibarusah agar mendapat udara segar di pagi hari. Beruntung semalam hujan rintik sehingga jalanan bebas dari debu.

Asumsi bahwa jalan poros Jonggol-Cariu-Cikalongkulon lebih sepi di hari Minggu ternyata tidak terbukti. Bus reguler, bus pariwisata, mobil-mobil pribadi, truk pengangkut pasir, mobil pikap bak terbuka yang mengangkut orang-orang berseliweran di jalan raya ini. Beruntung pemandangan hijau terdapat di sepanjang jalan. Sepanjang jalan didominasi oleh sawah, kebun dan hutan di perbukitan.

Xtrada 4.0 beristirahat menjelang Penangkaran Rusa Cariu

Jalan raya Jonggol-Cariu-Cikalongkulon banyak memotong punggung-punggung bukit dan aliran sungai sehingga konturnya naik turun. Karena itu berangkat ataupun pulang pasti bertemu tanjakan. Tanjakan panjang yaitu tanjakan Pasir Tanjung dan tentu saja yang paling terkenal tanjakan Puncak Pass-Cikalongkulon. Tanjakan ini sangat terkenal diantara goweser yang sering melibas rute ke Bandung lewat jalur tengah.

Tanjakan Puncak Pass-Cikalongkulon dimulasi selepas jembatan Cibeet. Begitu belok kanan setelah jembatan tanjakan panjang segera menyambut. Bagi kita yang baru melibas rute ini pasti akan berharap setelah belokan pertama ke kiri akan bertemu jalan yang lebih rata. Ternyata oh ternyata. Inilah awal dari tanjakan legendaris sepanjang 6 kilometer.

Menjelang Puncak Pass-Cikalongkulon

Tanjakan Puncak Pass-Cikalongkulon ini mendaki dari ketinggian 201 mdpl – 633 mdpl. Sebenarnya jika dibandingkan dengan tanjakan ke Ciherang atau tanjakan Sentul-City KM0 masih kalah jauh. Tetapi karena goweser yang melibas tanjakan ini biasanya sudah menempuh puluhan kilometer maka powernya sudah jauh menurun (kecuali goweser profesional) dan rata-rata sampai di tanjakan ini tepat di tengah hari🙂

Tanjakan yang tidak terlalu ekstrim itu justru menggoda untuk dilibas dengan sekali kayuhan. Tenaga yang menurun dan terik matahari akhirnya memaksaku untuk istirahat sebanyak 3x. Tanjakan ini kulibas dalam waktu 1 jam 30 menit plus istirahat, dari jam 10:50 sampai 12:20. Kecepatan sepeda hanya berkisar 5-6 km/jam🙂

Puncak Pass-Cikalongkulon

Sayang di Puncak Pass (sebagian orang menyebutnya Pinus) minim warung makan. Warung-warung yang berderet-deret kebanyakan hanya menjual minuman, snack dan makanan ringan. Hanya ada dua warung yang menjual nasi.

Pulangnya kusempatkan mampir ke Penangkaran Rusa milik Perhutani. Tiket masuk 8000. Tiket parkir 4000. Awalnya mereka memintaku untuk mambayar parkir buat sepedaku tapi aku berargumen masak sepeda dikenai biaya parkir. Mereka menyerah dan malah menyarankan agar aku membawa sepedaku ke dalam lokasi.

Berendam di bantaran Cibeet di lokasi Penangkaran Rusa, Cariu

Karena kecapekan dan buru-buru aku tidak banyak menikmati tempat wisata ini. Daya tarik utama dari tempat ini adalah mengamati rusa yang ditangkar, makan ikan bakar dan jangan lupa berendam kaki atau bermain air di bantaran sungai. Batu-batu andesit yang bertebaran di aliran sungai ini sangat menarik.

Rusa di area Penangkaran Rusa Cariu

Dan ujian terakhir dari gowes kali ini adalah hujan luar biasa deras mulai dari Penangkaran Rusa hingga Lippo Cikarang. Saking dinginnya, jari-jari tangan dan kaki jadi keriput😀 Sepeda, kaos kaki dan jersey pun belepotan lumpur. 17:20 tiba kembali di Taman Cibodas dengan selamat. Alhamdulillah.

Rute gowes Cikarang - Cibarusah - Cariu - Cikalongkulon (http://www.bikemap.net/route/1428978)

5 responses to “Gowes solo Lippo Cikarang-Cariu-Cikalongkulon

  1. Saya senang membaca tulisan-tulisan petualangan anda dengan sepeda, meski saya tidak memiliki polygon hanya sepeda balap model lama di rumah.
    Tapi tulisan anda begitu detil menceritakan, di sertai dengan foto-foto yang bagus, sebenarnya saya bingung, anda itu hobi nulis apa bersepeda, atau nulis sambil bersepeda…haha.

  2. saya pernah coba gowes ke penangkaran rusa ini ..
    tapi hanya sampai 3/4 jalan … harus balik lagi kerumah ..

    tanjakannya bener2 mantap ya om … apalagi ditambah panasnya daerah cariu …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s