Bike to work dengan citybike

Cap feminin pada sepeda citybike (sepeda berkeranjang) rupanya susah dihilangkan. Bahkan (menurut ane) di komunitas b2w yang biasanya tidak terlalu pilih-pilih sepeda populasinya masih sedikit.

Memang kendala sepeda ini adalah rentan dengan jalan rusak/jelek. Ban kecil dan tanpa suspensi membuatnya tidak nyaman ketika harus melalui jalan jelek. Tentunya dengan ukuran ban kecil 1 3/8″  sepeda ini terasa sangat ringan meluncur di jalan raya. Mengalahkan ban mahal seharga ratusan ribu yang katanya memiliki low rolling resistance.

Akan tetapi keuntungan memakai sepeda ini adalah daya muatnya. Dengan boncengan di belakang dan keranjang di depan kita tidak akan direpotkan oleh backpack. Taruh saja semua perlangkapan di kedua tempat tersebut. Selain itu di musim hujan yang sering menyisakan jalan becek ataupun genangan air akan sangat nyaman dilibas sepeda jenis ini. Tidak perlu lagi rain cover maupun mudguard tempelan di sepeda.

Tertarik dengan desain striping, kombinasi warna yang cantik dan aspek fungsional sepeda ini akhirnya kuputuskan untuk membelinya. Dan untuk mengikis anggapan bahwa sepeda ini kurang cocok untuk laki-laki aku memakainya untuk bike to work ke pabrik. Di negeri mbahnya sepeda (Belanda) justru sepeda-sepeda seperti ini yang menjadi tulang punggung/mayoritas transportasi sepeda di sana.

Citybike di antara MTB - lokasi di kawasan industri MM2100

7 responses to “Bike to work dengan citybike

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s