Gowes Lippo Cikarang – Curug Cigentis bagian 3

Gagal pertamax! Walaupun berhasil sampai di Pasir Kupang sebelum jam 07:00 ternyata Om Kosasih dan Om Agus dari Cibarusah sudah sampai di jembatan Cipamingkis. Pagi itu kami Koskas Cikarang bermaksud menaklukan Cigentis sebotol penuh dari Cikarang dan Cibarusah. Trek Cigentis memang membuat kangen. Tanjakannya selalu menantang untuk ditaklukkan.

Dengkul-dengkul kami dihangatkan oleh beberapa tanjakan di perbukitan Bojongmangu menjelang perahu penyeberangan ke Tamansari, Pangkalan. Perahu sedang dalam perbaikan sehingga kami menyeberang dengan perahu alternatif. Lumayan dapat bonus menyusuri Cibeet’s river side yang rindang dengan rumpun bambu.

Tamansari-Pangkalan-Loji sangat berdebu karena jalan rusak. Jalan-jalan yang rusak itu ditimbun seadanya dengan pasir batu sehingga ketika ada kendaraan besar lewat langsung ngebul. Sangat tidak nyaman.

Lembah Cigentis_sebuah bukit sedang dipangkas di kejauhan

Aktivitas penambangan galian C di sekitar Pangkalan-Loji benar-benar merusak jalan raya Pangkalan-Teluk Jambe. Rasanya tidak sebanding antara pajak/restribusi yang diperoleh dari aktivitas ini dengan dampak yang ditimbulkan. Bukan tidak mungkin jika dalam beberapa tahun ke depan perbukitan runcing yang unik dan menjadi ciri khas lansekap Loji akan hilang satu persatu. Sebuah bukit yang sedang dikeruk/dipotong bisa kita saksikan dari tanjakan Penipu.

Pohon raksasa di kaki bukit

Selain rute normal on-road ada beberapa rute sempalan yang bisa dikombinasikan.Kemarin kami mencoba nyempal ke kanan menjelang pasar Loji. Sebenarnya kami bermaksud mencari trek yang memotong aliran Cigentis dimana ada penambang pasir. Trek ini pernah dilibas teman-teman dari Cikarang MTB. Tapi kami tidak berhasil menemukannya sehingga kami memilih rute moderat saja dengan langsung mengarahkan sepeda ke arah Cigentis.

Tebing batu_Cigentis

Hasilnya kami menemukan trek makadam berkuah di sepanjang sisi bukit. Trek ini lumayan menantang sebagai pemanasan menjelang the real tanjakan di Cigentis. Ada beberapa hotspot di sepanjang trek ini. Salah satunya adalah pohon raksasa dan tebing batu. Cocok bagi goweser yang senang narsis di depan kamera. Meski sudah beberapa hari tidak turun hujan ternyata trek ini masih mengandung kuah di beberapa kubangan. Kami pun menikmati seni memilih lintasan agar tidak terbenam dalam kubangan.

Pilih-pilih lintasan bebas lumpur

Tanjakan Deore di samping waterboom bisa kami selesaikan dengan sempurna. Tetapi tantangan sebenarnya ada di Tanjakan Penipu dan Tanjakan Putus Asa. Kedua tanjakan ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena selain terjal dan panjang, batu-batu makadam yang runcing sangat menyulitkan handling. Sekali saja kita turun dari sadel maka akan sangat sulit untuk menggowes lagi.

Tanjakan Deore = tanjakan berbahaya??

Tanjakan Penipu dan Tanjakan Putus Asa memiliki profil yang berkebalikan. Pada tanjakan Penipu kesulitan paling tinggi ada di segmen pertama. Jika kita berhasil melibas segmen pertama kemungkinan besar akan bisa menyelesaikannya dengan sempurna. Sebaliknya Tanjakan Putus Asa bagian tersulit berada pada segmen kedua yang sangat panjang terjal dan berbatu runcing. Begitu panjangnya segmen kedua ini sehingga jika kita tidak menguatkan hati untuk melibasnya akan memaksa kita untuk menyerah.

Kelenger dihajar Tanjakan Putus Asa

Hijau di sepanjang tanjakan_hutan hujan tropis lebat

Semua perjuangan untuk menaklukan tanjakan itu terbayar lunas saat kita berhasil mencapai curug. Hutan hujan tropis yang sangat rimbun benar-benar menyejukkan mata. Bahkan dibanding Curug Ciherang di Sukamakmur, Curug Cigentis jauh lebih rimbun dan lebih indah. Semua kepenatan yang harus kita derita untuk menuju lokasinya langsung terbilas saat kita berendam dan bermain air di bawah air terjun.

Curug Cigentis_Loji, Karawang

Mau ngapain, Om??

Kebiasaan ngerumpi dan narsis saat gowes membuat waktu tempuh kami lebih lama. Jam 4 sore kami baru turun dari curug. Itupun harus diinterupsi dengan acara makan durian plus acara ikat mengikat durian di sepeda.

Tak ada lampu durian pun jadi 🙂

Walaupun sudah digoset (gowes setan = ngebut) sepanjang Loji – Pangkalan – Tamansari kami tetap kemalaman di jalan. Acara goset masih berlanjut sepanjang Bojongmangu – Pasir Kupang. Dengan leader Om Agus dan juru senter Om Kosasih sepeda digeber untuk memanfaatkan jalan yang menurun.

Akhirnya jam 19:50 penunggang Xtrada 4.0 akhirnya sampai di Lippo Cikarang. Cyclocomp menunjukkan angka 86,27km. Pegal-pegal tapi puas. Kalau dipikir-pikir setiap tanjakan memang berefek 2P, pegal tapi puas 🙂

Iklan

Rally Perang @ AA_Bike 3rd anniversary

Berangkat jam 7:38 regu Koskas Cikarang berusaha untuk gowes santai menyusuri Kalimalang dan Cibatu. Tidak heran jika akhirnya kami tersusul regu lain. Kalau tidak salah ada empat regu yang akhirnya menyalip kami.

Meski sudah berusaha gowes sesantai mungkin ternyata masih terlalu cepat juga. Usaha kami untuk sekuat mungkin menahan nafsu ngebut tidak membuahkan hasil. Catatan waktu 1 jam 12 menit rupanya masih terlalu cepat. Tim Perusuh menghendaki catatan waktu 1 jam 3o menit untuk memenangkan rally ini.

Walaupun tidak memenangkan rally ini setidaknya kami mendapat banyak teman dan bisa bertatap muka dengan suhu-suhu gowes yang trip reportnya di dunia maya selama ini jadi acuan. Selain itu bike clinic dengan pemateri dedengkot MTB, yakni Om HPW, benar-benar sangat menambah ilmu dan wawasan kami tentang MTB.

Terima kasih untuk AA Bike dan Tim Perusuh yang mengundang dan menjamu sekian banyak goweser dengan ramah. Selamat ulang tahun ketiga untuk AA Bike!!

Rally Perang_Koskas Cikarang @. Pos 2 Cicau

Beriefing peserta rally

 

Rute Rally Perang

Jika as roda belakang patah

Shimano Hub FH-RM65 - harga 118.000

Jika as roda belakang patah maka urusannya menjadi panjang. As berlubang pada hub yang menjadi rumah bagi quick release ini sepengetahuanku tidak ada yang dijual terpisah. Jadi jika kita ingin mendapatkan sparepart untuk komponen ini maka harus membeli gelondongan hub utuh lalu dicopot as-nya.

Itulah yang terjadi untuk sepeda Astroz-ku. Setelah mangkrak cukup lama kemarin pagi akhirnya bisa jalan lagi. As belakangnya yang patah sudah mendapatkan komponen pengganti. Efeknya aku harus menebus hub Shimano seharga 118.00 di Rodalink Lippo Cikarang untuk diambil as-nya saja.

Pagi ini si Astroz sudah menemaniku ber-bike to work ke MM2100.

Multifunction Bike Tools

Polygon kembali mengeluarkan bicycle tool. Tool set ini memiliki 21 fungsi, a.l.:

– Box Wrench (8, 9, 10, 13, 15 mm)

– Allen Keys (2, 2.5, 3, 4, 5, 6, 8 mm)

– Bottle opener

– Tyre lever

– Chain Tool

– Philips Screwdriver

– Flat Screwdriver

–  Spoke Wrench (0.136″, 14g, 15g, T25)

Harganya cukup bersahabat dengan kantong. Hanya 67.000 rupiah.

Polygon Bicycle Tools

 

Bicycle Tools

Xtrada dan bottom bracket abal-abal

Pantas saja belum sampai setahun sepedaku tetapi bottom bracketnya sudah longgar. Selain mileage yang cukup jauh rupanya Xtradaku memakai BB yang kurang terkenal. Mereknya VP. Baru kali ini aku menemukan merek ini. Bisa jadi kualitasnya lebih rendah daripada NECO.

Mungkin ini strategi Polygon agar harga sepedanya semakin terjangkau (untung lebih besar 🙂 ). Yang pasti usia bottom bracket Xtrada ini jauh lebih singkat dibanding BB pada Astroz. BB Astroz lebih bagus daripada BB Xtrada? Bisa jadi begitu 😛

Kini setelah BB Xtrada diganti Shimano UN-26 gowesan terasa lebih smooth dan ringan.