Gowes Lippo Cikarang-Mengker-Gunung Batu I

Tepat jam 5:30 kami berdua (Irawan dan Bayu) berangkat dari McD Lippo Cikarang dengan tujuan Cibarusah. Hari yang masih pagi dan bertepatan dengan hari Minggu membuat jalan cukup lengang dan minim polutan dari kendaraan bermotor. Jalur Cikarang-Cibarusah yang biasanya sangat padat dan macet kami lalui dengan lancar.

6:01 kami sampai di Cibarusah dan langsung disambut oleh Om Kosasih dan Om Agus. Kali ini mereka akan menjadi marshall karena sudah beberapa kali menjelajah rute ke Gunung Batu.

Setelah mengganjal perut dengan nasi kuning, 6:15 kami berangkat menuju Gunung Batu.  Untuk mempersingkat waktu dan menghindari polusi di sepanjang jalan raya Cibarusah-Jonggol,  kami mengambil jalan pintas lewat Desa Sirnajati dan Weninggalih.

Setelah menyusuri persawahan dan perkampungan dengan trek makadam kami tiba di jalan raya Jonggol-Cariu. Hanya menggowes sejauh 500 meter di jalan raya ini kami sudah tiba di pertigaan Mengker. Perbekalan diisi ulang.

Gunung Batu I - Sukamakmur, Kabbupaten Bogor

RDA
Rambutan, Durian dan Akasia adalah tanaman yang mendominasi kebun-kebun di sepanjang jalan. Dibanding dengan rute ke Curug Ciherang via pasar Jonggol, rute Mengker-Gunung Batu jauh lebih sejuk. Sepanjang jalan ini penuh dengan pepohonan yang rimbun.

Selain itu jalanan di sini juga reletif sepi. Tidak banyak truk-truk yang lewat di sepanjang jalan ini dimana asapnya seringkali mengganggu hidung dan paru-paru.

Baik rambutan ataupun durian sekarang ini sedang musim berbuah sehingga kami banyak menjumpai buah-buahan ini dijual di sepanjang jalan. Rambutan seikat dijual mulai dari 2000-5000 rupiah mulai dari yang asam sampai yang manis.

Kondisi tubuh yang kurang fit membuat diriku selalu tercecer di barisan belakang. Dengkul ini terasa lemas dan tidak bisa menggenjot lebih kuat lagi. Bahkan untu sekedar mengimbangi nubi dalam rombongan ini aku sangat keteteran.

Masuk angin sejak semalam membuat badanku kurang fit dan bersendawa puluhan kali. Balsem yang dioles di perut rupanya kurang manjur. Beruntung Om Agus menemukan minyak GPU di sebuah toko. Cukup membantu walaupun tidak bisa mengusir angin yang masih bersarang dalam perut.

Akhir dari tanjakan durian

Kecuali di tanjakan Durian dan tanjakan Akasia menjelang gunung batu, tanjakan sepanjang rute ini agak landai tetapi  panjang. Treknya yang tidak rata tetapi juga tidak terlalu terjal sangat cocok sebagai trek XC. Bagi pemula bisa menggowes dari Jonggol atau Mengker agar staminanya masih cukup untuk menikmati trek ini.

Sebelum bertemu tanjakan Durian kita akan menikmati bonus turunan ular yang berkelok-kelok. Tanjakan Durian tidak terlalu ngehe dan cukup terbantu oleh pepohonan yang rindang. Pohon-pohon durian di sepanjang tanjakan ini tampaknya sudah berusia puluhan tahun. Batang pohonnya berdiameter sangat besar, sekitar satu meter dan pohonnya tinggi menjulang.

Istirahat @ Sukaharja

Setelah melewati tanjakan Durian maka kita akan memasuki desa Sukaharja. Di sebuah saung di tepi lapangan bola kami beristirahat untuk mendinginkan badan. Anak-anak kecil menonton dan merubung kami. Mereka senang sekali ketika diberi wafer dan dipotret.

Setelah beristirahat sekali lagi dan mengganjal perut dengan martabak dan roti kami memulai persiapan menaklukkan tanjakan  makadam Gunung Batu. Sampai dengan lereng gunung di sebelah utara jalannya cukup rimbun dinaungi pepohonan akasia. Terjalnya tanjakan dan makadam yang runcing menyulitkan handling dan mengganggu ritme pedalling. Tidak ada shifting karena selalu bermain di gigi teringan😛.

Menjelang Gunung Batu

Nafsu untuk melibas tanjakan sebotol penuh tidak kesampaian. Beberapa goweser rontok dan harus TTB. Yang masih menggowes pun KO dan harus mengakui stamina yang sudah loyo. Lalu satu persatu rebah di rerumputan pinggir jalan. Cukup lama kami berbaring-baring di rerumputan dibawah rimbunnya akasia sampai ada yang tertidur dan bermimpi makan rendang.

Rontok setelah dihajar tanjakan Gunung Batu

Setelah beristirahat cukup lama kami bersiap melibas tanjakan terakhir yang berada di sisi barat gunung. Setelah itu kami mendapat bonus turunan makadam. Sayang begitu sampai di area terbuka di sisi barat gunung matahari sedang bersinar terik. Bahkan sepatu bagian atas terasa sangat panas di kaki.

Stamina yang sudah terkuras membuat kami membatalkan trek ke pelataran gunung batu. Padahal di pelataran ini orang bisa dipotret dengan latar belakang Gunung Batu. Kami sudah kenyang dengan tanjakan dan tidak ingin lagi ada tanjakan yang bisa membuat kami muntah.

Koskas Cikarang di Gunung Batu 1

Bermaksud menghindari tanjakan ular kami mengambil jalan memutar. Memang rutenya lebih singkat dan tanjakannya tidak sepanjang tanjakan ular akan tetapi lebih sulit. Trek memutar ini didominasi makadam yang runcing dan tidak ada pepohonan sama sekali. Di kiri kanan adalah perdu dan ilalang yang sering menggores kaki yang tidak terlindung. Di bawah satu-satunya pohon akasia kami menyerah. Beruntung ada roti yang bisa mengganjal perut.

Sambil menurunkan detak jantung kami menikmati pemandangan ke arah pegunungan Halimun. Kami mencoba menerka-nerka trek ke arah Curug Ciherang dan Cipamingkis di antara rumah-rumah penduduk yang terlihat menggerombol di lereng pegunungan tersebut. Dari tempat ini baru terlihat betapa terjalnya jalan menuju kedua curug tersebut. Tidak heran jika saat melibasnya beberapa waktu lalu kami mesti banyak beristirahat.

Narsis dengan latar lembah Cipamingkis dan pegunungan Halimun

Makadam memang membuat kami serba salah. Saat menanjak sulit dilibas. Saat turun mebuat kami capek karena hentakan dari makadam tidak bisa diredam sepenuhnya oleh suspensi sepeda. Tangan terasa pegal begitu juga kaki terasa kaku karena kami harus sering-sering berdiri di atas pedal karena jika duduk di sadel sangat tidak nyaman. Sampai kini bahu masih terasa pegal-pegal dan linu.

Sadisnya makadam membuat salah satu goweser sempat hilang kendali. Untungnya tidak terjadi apa-apa walupun sempat keluar lintasan dan harus mengerem dengan sepatu.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka satu tetapi kami belum juga menemukan warung padahal perut sudah kerondongan dan terasa melilit. Di sebuah kampung kecil akhirnya kami mendapatkan warung yang hanya menyediakan  mi rebus untuk pengganjal perut. Segelas teh hangat bisa mengusir udara dalam perut yang kosong  yang sebelumnya membuat kembung.
Beruntung di samping warung ada sebuah masjid. Kami bisa sholat Dzuhur setelah sebelumnya sedikit membersihkan badan dari keringat.

Menjelang akhir jalan makadam kami mendapat bonus trek jalan tanah yang mulus dan empuk. Sekitar 500 meter kami meliuk-liuk di sela-sela pepohonan akasi yang berjarak hanya 1,5 meter. Jika tidak hati-hati bisa tersangkut atau menabrak pohon.

Dan setelah bertemu jalan aspal saatnya menikmati jerih payah kami selama 5 jam. Sepeda pun digeber dengan kecepatan antara 35-45 km/jam. Jalan mulus dan tidak terlalu curam memang sangat nikmat digowes. Meski demikian di depan sudah terbayang panasnya jalan raya Cibarusah-Cikarang.

Total jarak 98.02 km. Jam 4:25 sampai di Taman Cibodas. Pantat terasa panas.

Rute gowes Lippo Cikarang-Mengker-Gunung Batu I (http://www.bikemap.net/route/1350419)

13 responses to “Gowes Lippo Cikarang-Mengker-Gunung Batu I

    • Kalau jalan ceritanya ada yang menyimpang mohon dikoreksi.
      Ini sudah versi ringkas. Tadinya lebih panjang tapi takut jadi bertele-tele.

      Juara minum kali Om. Perasaan ane paling boros minuman. Habis berbotol-botol. Plus beberapa mililiter minyak GPU😀

    • ane libur gowes dulu. sabtu bayar pajak motor ke samsat. minggu servis motor
      pasti bakal ke sana lagi
      masih penasaran karena kemarin badan tidak fit jadi kurang enjoy🙂

      selain itu, pemandangan di sepanjang trek ini banyak yg belum tertangkap kamera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s