Tas sepeda merek Rei

Bagi anda yang gemar cross country atau berkomuter dengan sepeda tentu tidak bisa lepas dari tas ransel. Kecuali anda memakai citybike yang memiliki keranjang sehingga tas apapun bisa anda masukkan ke dalam keranjang.

Rei menawarkan banyak pilihan ransel yang bisa dipakai bersepeda. Salah satunya adalah Prohike+Rain (harga 265.000 di Matahari, Mall Lippo Cikarang). Sayang sebagian besar ransel Rei berwarna hitam sehingga kesannya terlalu formal.

Tas sepeda Rei

Prohike+Rain dari Rei merupakan ransel multifungsi yang bisa dipakai untuk bermacam-macam kegiatan outdoor. Ransel ini memiliki sebuah tempat laptop dalam kompartemen utama. Sebuah lubang di atasnya berfungsi untuk mengeluarkan kabel mp3 player atau hydration blade.

Kompartemen depan memiliki beberapa buah saku yang bisa kita pakai untuk menaruh dompet, kamera atau ponsel. Dua buah saku dilengkapi strap untuk memastikan barang-barang yang ditaruh di dalamnya tidak berubah posisi atau berceceran. Selain itu terdapat sebuah saku tambahan di bagian depan dimana saku tersebut dilengkapi dengan elastic net.

Tas sepeda Rei

Pada bagian bawah ransel ini terdapat sebuah saku yang berisi bag cover yang akan melindungi ransel ini dari hujan maupun lumpur. Jadi kita tidak perlu repot-repot menyediakan sebuah bag cover.

Tidak ketinggalan 3 buah scotchlite terdapat pada bagian depan ransel ini agar pemakainya tetap kelihatan di malam hari.

Tas sepeda Rei

Iklan

Kacamata sepeda merek Polygon

Selain apparel, Polygon juga mulai merambah pasar aksesoris sepeda lainnya. Salah satunya adalah kacamata sepeda.

Kacamata seharga 125.000 ini tersedia dalam tiga warna frame pilihan, merah, hitam dan putih. Tiap paket kacamata dibekali dengan tiga lensa yang berbeda warna. Untuk kacamata dengan frame merah pilihan lensanya berwarna hitam, oranye dan putih (bening).

Kacamata sepeda Polygon

Tas kacamata berawarna hitam dengan embos Polygon di bagian penutupnya. Di dalam tas terdapat kompartemen untuk lensa dan kacamata.

Kacamata iniĀ  nyaman dipakai. Bantalan karet pada penyangga kacamata membuatnya tidak mudah bergeser saat terpasang pada tulang hidung. Bentuk lensa cekung mampu menutup mata sehingga terlindung dari berbagai debu, cipratan lumpur maupun serangga yang beterbangan.

Bantalan karet pada kacamata

Tas kacamata

Gowes tanpa bel. Sangat tidak nyaman.

Lintasan tanah di sepanjang hutan pinus Wanayasa ternyata sangat licin karena basah dan ditumbuhi lumut.

Bermaksud untuk mengambil gambar dari rombongan di belakang aku melesat duluan. Aku yang kurang waspada dan tidak memperhitungkan licinnya lintasan akhirnya kehilangan kendali. Roda depan terpeleset sehingga sepeda terlempar. Bel kompas patah dan bracket cyclocomputer terlepas. Akhirnya aku gowes tanpa bel.

Bel sepeda kompas

Rasanya tidak nyaman sekali karena tanpa bel aku tidak bisa memberi isyarat ke sesama goweser ataupun pengguna jalan lain. Sepeda yang senyap karena tidak menimbulkan “polusi suara” seringkali tidak disadari kehadirannya oleh pengguna jalan yang lain terutama pejalan kaki. Dengan adanya bel kita bisa memberitahukan posisi maupun kehadiran kita sehingga mereka waspada.

Tanpa bel sepeda kita akan kesulitan dalam bertegur sapa dengan sesama goweser yang ketemu atau berpapasan di tengah jalan. Cukup dengan “ting, ting!!” lalu membuat kontak mata kita sudah memberikan sapaan yang akrab. Ini lebih praktis dan aman dibanding misalnya melambaikan tangan.

Bel sepeda kompas ini sangat nyaring dibanding model kubah. Selain itu karena memakai sistem rotari maka sekali colek akan menghasilkan bunyi “kriiing” dibanding hanya bunyi “tiing” dari model kubah.

Memang ukurannya cukup besar tetapi bisa diatasi dengan pemasangan sejajar dengan stang. Lalu untuk membunyikannya dengan memakai jari jempol.

Jangan lupa memasang bel di sepeda kita.

Dijemur sepanjang Wanayasa – Margaluyu – Cikumpai – Cibungur (Sate Maranggi)

Acara gowes kali ini merupakan realisasi dari survei yang telah kami lakukan tempo hari. Empat orang surveyor didaulat untuk menjadi marshall.

Kesulitan utama dalam memandu banyak goweser adalah menyesuaikan kecepatan gowes. Marshall depan selalu didorong untuk lebih cepat, sementara yang paling belakang harus menunggui peserta yang tercecer. Semakin banyak goweser maka rentang kemampuan/kecepatan akan semakin lebar.

Meski demikian kami merasa enjoy saja. Kami anggap ini sebagai kewajiban/balas budi karena kami sudah diberi kesempatan untuk mencicipi trek ini lebih dulu. Gowes dengan akomodasi gratis. Kapan lagi??

Lima puluh orang goweser dijemur di bawah terika matahari. Panaas. Terutama pada segmen hutan jati. Hutan jati yang seharusnya rimbun menjadi sangat panas tanpa pepohonan sama sekali karena sudah memasuki masa tebang. Sedikit hiburan terdapat pada hutan pinus dan perkebunan karet.

Salah satu kejadian yang membuat kami bertanya-tanya adalah lepasnya quick release roda depan dari sepeda GIANT. Untungnya meskipun itu terjadi pada saat turunan curam rodanya tidak terlepas dari sepeda. Ini menjadi pelajaran bagi kami agar selalu mengecek encangan locking dari quick release sebelum menggowes.

Wanayasa - menjelang hutan pinus

Wanayasa - akhir dari offroad track

Melibas tanjakan

Rontok di tanjakan

Citybike yang laris manis

Ternyata bukan hanya MTB yang harus inden karena kehabisan stok. Hal yang sama terjadi juga untuk kategori citybike. Sepeda yang “terlanjur” dicap terlalu feminin ini ternyata banyak sekali peminatnya. Dari beberapa kali jalan-jalan ke Rodalink stok sepedanya selalu berganti. Mulai dari hijau-putih, biru-putih, oranye-putih lalu hitam-abuabu semuanya habis. Hari Senin, 7 November 2011 stok citybike 26′ di Rodalink Cikarang benar-benar habis.

Citybike Polygon Sierra Alloy warna oranye-putih

Citybike memang sangat cocok untuk dipakai bersepeda santai maupun komuter jarak dekat. Dengan keranjang di depan dan boncengan di belakang membuatnya sangat fungsional dan cocok untuk membawa banyak barang. Jika berkomuter dengan sepeda ini tidak perlu bersusah payah menggendong tas di punggung. Keranjangnya cukup untuk menampung semua perbekalan maupun peralatan dan komponen cadangan.

Tidak heran jika ibu-ibu sangat menyukai jenis sepeda ini. Selain karena bentuknya yang feminin dan seksi sepeda iniĀ  amat sangat cocok dipakai berbelanja.