Pejalan kaki dan pengendara sepeda adalah pahlawan pembangunan

Beberapa pemilik kendaraan bermotor yang tidak menghormati dan memberikan hak-hak pejalan kaki atau pengendara bersepeda beralasan bahwa mereka lebih berhak memakai jalan karena membayar pajak kendaraan bermotor. Benarkan demikian?

Coba kita lihat berapa pajak kendaraan bermotor untuk sepeda motor? Paling hanya berkisar 200-300 ribu saja. Apakah cukup dengan pajak sebesar itu lalu dikalikan dengan seluruh pemilik kendaraan bermotor untuk membangun atau merawat jaringan jalan?

Bisa jadi pejalan kaki atau pengendara sepeda itu adalah mereka yang membayar pajak penghasilan di atas 500 ribu perbulan. Artinya dalam setahun mereka membayar pajak minimal 6 juta. Bukankah itu berarti 20 kali nilai pajak kendaraan bermotor.

Jarang yang sadar bahwa pejalan kaki dan pengendara sepeda adalah orang-orang yang membayari BBM kendaraan bermotor. Kok bisa? Itu karena pemilik kendaraan bermotor lebih banyak yang memakai premium. Premium adalah BBM bersubsidi. Artinya harga premium dibawah harga ekonomis dan sisa harganya dibayari oleh negara (pembayar pajak, salah satunya penajalan kaki dan pengendara sepeda).  Ketika seseorang tidak memakai BBM bersubsidi sama sekali berarti ia memberikan haknya agar dipakai mereka yang lebih membutuhkan.

Berapa kilometer jalan yang bisa dibangun atau berapa rangkaian KRL yang bisa dibeli dengan uang 95 trilyun? Tahukah anda bahwa uang 95 trilyun itu adalah uang subsidi BBM dalam APBN 2011?

Jadi pejalan kaki dan pengendara sepeda adalah pahlawan pembangunan (kalimat yang cukup bombastis  🙂 ) karena mereka mengurangi beban subsidi dalam APBN sehingga bisa digunakan untuk membangun sarana atau infrastruktur yang lebih bermanfaat.

Iklan

Gowes | KM 0 Sentul trek haram ojek

Dimulai dari SPBU Petronas di Sentul City, trek sepanjang 11 km ini amat sangat populer bagi penggemar sepeda gunung maupun sepeda jalan raya.

Apa daya tarik trek ini? Pertama adalah pemandangan sepanjang Sentul City yang amat sangat rindang dengan jajaran pepohonan tinggi yang rapat mirip hutan hujan tropis. Ademnya lintasan ini bukan karena udaranya yang dingin/sejuk tetapi karena rimbunnya pepohonan tersebut.

Ademnya jalur sepeda Sentul City

Kedua karena lintasannya onroad maka anda bisa dengan leluasa menyalip goweser lain. Berbeda dengan beberapa single track yang sangat populer dimana sering terjadi antrian karena ada insiden atau goweser yang kesulitan di lintasan, misalnya RA-Gadog.

Ketiga full of tanjakan. Kecuali anda adalah atlit profesional atau pembalap amatir dijamin akan bermain di gigi 1-8, 1-9 atau malah 1-10. Beberapa goweser yang baru pertama kali melibas tanjakan panjang ataupun yang bermain XC datar mengakui kemiringan trek ini. Bahkan ketika gigi teringan sudah mentok denyut jantung ternyata tidak bisa direm sehingga mengharuskan mereka beristirahat.

The last attack menjelang KM 0

Keempat inilah trek yang membuktikan bahwa dengkul nomer satu setelah itu sepeda. Jangan heran jika anda akan menemukan banyak sepeda anjrit di lintasan ini. Sebagian memang sesuai dengan performa gowesernya bahkan ada yang bikin geleng-geleng kepala. Tetapi tidak sedikit juga yang dengkulnya tidak sebagus sepedanya.

Kelima sajian pisang sunpride yang super duper lezat. Setelah dengkul digeber habis sampai ngebul dan nafas kembang-kempis saatnya didinginkan dengan sajian pisang ranum ataupun minuman dingin di Warung KM 0. Di kalangan goweser pisang memang salah satu buah yang sangat direkomendasikan karena kalorinya cepat diserap tubuh, mengurangi rasa capek, dan mengandung provitamin A dan vitamin B6. Jangan heran jika warung KM0 bisa menghabiskan beberapa tandan pisang di hari Sabtu dan Minggu. Sayang warung ini minim tempat berteduh atau pepohonan.

@ KM 0 yang minim pepohonan

@ KM 0 yang minim pepohonan

Keenam, tergantung dari stamina kita maka dari KM 0 kita memiliki banyak alternatif bonus trek. Ke kanan bisa ke arah Megamendung. Ke kiri bisa ke arah Pondok Pemburu lalu bisa dilanjutkan ke Gunung Pancar. Atau anda bisa turun lagi di lintasan yang sama lalu mengarah ke Curug Luhur.

Lintasan di lereng bukit

Bonus XC. Lintasan di lereng bukit

Salah satu trek ke Curug Luhur ini melewati jalan setapak sempit di antara rumah-rumah penduduk lalu berlanjut ke lereng bukit yang sangat curam dan ladang-ladang dengan banyak bebatuan yang hanya cocok dilewati di musim kemarau. Lintasannya cukup sulit karena berupa pematang sempit  berbatu-batu. Jika ingin berlatih handling dan shifting bisa jadi ini salah satu tempat paling cocok. It’s a real XC track.

Curam kan?

Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta membuat trek KM 0 ini sangat ideal bagi mereka yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan bersepeda. Banyak juga goweser yang menggowesnya sebotol penuh dari Depok, Bogor bahkan Serpong.

Kenapa mesti upgrade sepeda?

Kenapa mesti upgrade sepeda?

Padahal:
– Sepedamu masih baru. Belum setahun kamu memakainya.
– Komponen-komponen sepedamu masih berfungsi dengan bagus, belum ada yang aus.
Mileage-mu belum terlalu jauh
– Saat gowes ternyata kamu tidak kalah dengan mereka yang bersepeda lebih bagus. Bahkan di Tanjakan Ngehe-1 kamu tidak memakai jasa ojek ataupun TTB.
– Kamu hanya bermain cross country dan bike to work saja, tidak bermaksud mengikuti kejuaraan.
– Teman-temanmu banyak yang memakai sepeda biasa dan mereka baik-baik saja. Tidak pernah tercecer saat di lintasan.
– Cicilan sepedamu masih belum lunas. Akankah ditambah dengan beban membeli komponen baru.
– Istrimu cemburu karena kamu bermaksud mendandani sepedamu seolah-olah ia istri kedua.