Sepeda Polygon terbaru 2011-2012

Kemarin sempat mampir ke Rodalink Cikarang sebelum berbuka puasa karena penasaran dengan Xtrada dan Cozmic terbaru. Memang belum ada rilis resmi dari Polygon tentang seri terbaru yang mungkin akan dilabeli 2012 series mengingat 2011 series di-launching pada akhir tahun 2010.

Polygon Xtrada 4.0 - 2012 series

Perbedaan mencolok berada pada Xtrada 4.0 dan Cozmic CX 1.0. Jika pada 2011 series Xtrada 4.0 hanya memiliki 24 speed maka seri terbaru ini sudah memiliki 27 speed walaupun RD turun kelas memakai Acera (sebelumnya Alivio). Lalu pada Cozmic CX1.0 terbaru sudah memakai Tektro Draco hydraulic discbrake (sebelumnya mechanical discbrake).

Bagi anda yang ingin membeli kedua sepeda tersebut jangan khawatir dengan stok. Kemarin saat berkunjung ke RL Cikarang stok kedua seri tersebut terlihat melimpah dan belum ada label SOLD/PAID. Rodalink/Polygon sepertinya sudah belajar dari pengalaman tahun kemarin dimana konsumen mesti inden agak lama untuk mendapatkan seri terlaris Xtrada dan Cozmic CX.

Bisa jadi ini adalah hasil dari penambahan kapasitas produksi Polygon seperti sudah diberitakan sebelumnya. Walaupun memegang brand awareness & brand loyality tertinggi diantara merek sepeda lokal tetapi kapasitas produksi Polygon adalah yang terkecil.

Polygon Cozmix CX1.0 - 2012 series

Polygon memang menyasar segmen menengah ke atas. Penambahan kapasitas produksi mungkin merupakan strategi mereka untuk menambah pangsa pasar di segmen menengah ke bawah yang sebagian besar dikuasai United, Wim Cycle dan produk-produk Cina.

*Gambar-gambar diambil sari situs polygoncycle.com

Iklan

Keren, Kaya, Katrok

Pagi ini sepedaku melintas di depan klaster Meadow Green. Sebuah Honda Jazz warna putih keluaran terbaru yang keluar dari klaster tersebut lebih dahulu masuk ke jalan raya sehingga aku memperlambat sepedaku. Sekilas kulihat penumpang di bagian belakang bertampang keren (tampang gedongan 🙂 ).

Beberapa detik kemudian kekagumanku langsung buyar. Pluk!!! Sebuah tissue bekas dipakai dilemparkan dari dalam mobil tersebut.

Orang kaya dan bertampang gedongan tidak menjamin mereka beretika dan berperilaku baik. Mereka yang membuang sampah sembarangan tidak ada bedanya dengan mereka yang tidak sekolah karena kepintaran/pendidikan mereka tidak menghasilkan perilaku menjaga kebersihan. Katrok!!

Sombongnya motorist ini

Pagi itu tepat di hari pertama Romadon aku sedang gowes menuju kantor. Seperti biasa karena memakai tenaga manusia kecepatannya tidak bisa terlalu tinggi ketika melibas tanjakan.

Salah satu pengendara motor di belakangku rupanya tidak sabar untuk menunggu kesempatan agar bisa menyalipku. Begitu kesempatan itu tiba dia mengolok-olok atau mungkin mengancamku dengan sengaja menedangkan kakinya ke arah sepedaku.

Halah, bro! Baru naik Supra Fit butut (masih kredit lagi :P) saja udah sombong dan mentang-mentang. Apalagi naik mobil. Pasti kamu akan berlagak sebagai raja jalanan. Semua mesti minggir.

Tak usahlah bersikap begitu. Sesekali aku juga memakai motor. Tetapi ketika berjumpa dengan pejalan kaki atau pengendara sepeda aku selalu menghormati dan berbagi.

Hal seperti ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya aku juga pernah mengalami hal serupa. Lokasinya juga sama pas tanjakan GSM setelah rakit penyeberangan Cikarang. Motorist yang tidak sabar mebentakku. Sempat dongkol sebentar tapi akhirnya kubiarkan saja. Mungkin mereka ini orang-orang yang selalu tertindas dan memakai media jalan raya untuk melampiaskan ketertindasannya.

I am cyclist but also motorist 🙂