Bike to work tanpa cyclocomputer

Pagi ini cyclocomp lupa kupasang lagi setelah kulepas karena membalik sepeda. Ternyata bike to work tanpa cyclocomp  menjadi lebih santai karena aku tidak terobsesi dengan kecepatan maupun waktu tempuh.

Baru kusadari bahwa selama ini aku telah didikte oleh kecepatan. Mataku sering melirik ke cyclocomp dan dengan segera kakiku akan menambah genjotan untuk mempertahankan kecepatan di angka tertentu.

Tiga besar produsen sepeda Indonesia

Pemain utama sepeda di Indonesia banyak bermain di segmen menengah ke atas. Mereka adalah Polygon, United Bike dan Wim Cycle. Sementara segmen bawah banyak diisi oleh produk sepeda dari China.

Salah satu kategori segmen bawah adalah sepeda angkut (bisa juga dikategorikan city bike). Yang paling legendaris adalah Phoenix.

Tiga besar produsen sepeda Indonesia

 

Sumber: Bangga Indonesia

Badan Standarisasi Nasional

 

Xtrada 4.0 melibas rute Cikarang – Senayan – Kota Tua (pp)

Bertepatan dengan acara mingguan Car Free Day, LG Gowess kembali menyemarakkan kegiatan bersepeda di ibukota dengan gowes bareng Senayan-Kota Tua.

Beberapa ngesoter dari Cikarang dan Cibitung memanfaatkan kesempatan ini untuk ngesot sepanjang 120-an km (Paket Karbon). Mereka berpikir, “Jauh-jauh dari Cikarang kalau hanya untuk bersepeda sejauh 12 km rugi dengan persiapan dan ongkosnya.”

Maka pada hari H tiga orang berangkat jam 4:30 dari rumah masing-masing untuk mengejar acara gowes yang akan di mulai pada jam 7:30 di FX Senayan. Mengingat jam keberangkatan sebelum subuh maka sholat subuh dilakukan di SPBU Kalimalang.

Tikum @ FX Senayah

Jam 06:00 sampai di MM Bekasi Barat dan kami sempat bertemu dengan rombongan LG Gowess yang mengambil paket Steel (diangkut dengan bus dan truk). Setelah menunggu beberapa teman jam 6:10 kami berangkat dari depan Hotel Horizon.

Seperti yang sudah diduga. Paket Karbon lebih dulu sampai di Senayan pada jam 7:20. Sepuluh menit kemudian Paket Steel menyusul di belakang kami. Walaupun diangkut dengan bus tetapi proses loading dan unloading sepeda ke dan dari truk memakan waktu yang cukup lama.

LG Gowess @ CFD

CFD benar-benar meriah oleh pejalan kaki dan penunggang sepeda. Ini menunjukkan bahwa warga Jakarta benar-benar merindukan ruang tebuka hijau yang cukup luas sebagai tempat untuk melepas penat di akhir pekan. Dan tentu saja harus gratis. Kawasan Ancol termasuk RTH yang cukup ideal tetapi sayangnya ia tidak gratis.

Betapa nikmatnya bersepeda di kawasan central business district Sudirman-Thamrin dengan jalan-jalan yang rindang dan bersih berpagar gedung-gedung megah dan indah tanpa asap kendaraan. Berbagai acara promosi, atraksi seni, pameran dadakan dll menambah semarak suasana.

CFD sangat meriah

Bagi yang memiliki seli dan akses ke shuttle bus, CFD bisa menjadi salah satu tujuan favorit di akhir pekan. Tidak perlu ngesot sejauh puluhan kilometer untuk menikmati CFD. Lipat sepeda lalu duduk santai di bus sambil menikmati musik atau membaca buku.

Acara LG Gowess berakhir jam 10:3 0 dan tercatat tujuh orang berminat ngesot ke Bekasi. Di antaranya ada yang ke arah Pondok Ungu, Bintara, Perumahan Galaxy, Cibitung dan yang paling jauh Lippo Cikarang.

Di depan RRI - akhir dari area CFD

Tepat jam 11:00 tim ngesot berangkat dari Kota Tua. Jakarta memang panas. Beruntung salah satu ngesoter tahu seluk beluk Jakarta Utara sehingga kami dibawa menyusuri jalur-jalur tikus menuju ke arah Kemayoran. Lalu perjalanan kami cukup adem karena menyusuri bawah jalan tol hingga bertemu dengan Jalan Kalimalang.

Panasnya cuaca menguras stamina sampai-sampai dua gelas es kelapa masih belum bisa memuaskan dahaga. Lalu perut yang mulai keroncongan memakasa kami untuk mampir ke warung san menyantap sroto Banyumas. Keasyikan ngobrol membuat kami lupa waktu hingga jam 2 kami baru berangkat lagi. Akhirnya jam 15:25 ngesoter terjauh sampai di Lippo Cikarang :). 122 km !!

LG Gowess @ Kota Tua

Ujian gowes di pagi hari – tak ingin menyesal lagi

Aku yakin sebagian besar dari kita pernah mengalami penyesalan karena membatalkan aktivitas b2w akibat faktor cuaca. Ketika kita sudah memutuskan untuk libur gowes beberapa saat kemuidian atau di sore hari ternyata cuaca sangat bersahabat dan nyaman untuk b2h.

Pagi ini aku juga berada dalam kondisi cuaca yang kurang bagus. Mendung tebal dan tepat jam 6:30 bulir-bulir air kecil turun dari langit. Sempat ragu-ragu karena belum punya bag cover.

Gowes.. tidak.. gowes… tidak… gowes!

Dengan sigap kumasukkkan pakaian ganti, dompet, ponsel, kartu pengenal, mp3 player dan kamera ke dalam kantong plastik.Olala, setelah 6 km berjalan ternyata gerimis semakin lebat. Gerimis yang cukup deras membuat jalan kampung menjadi becek. Mesti berjalan pelan-pelan agar , lumpur tidak naik ke badan.

Setelah memasuki kawasan MM2100 ternyata gerimis sudah reda dan langit pun berangsur cerah. Benar-benar cuaca pagi ini menguji nyali dan semangat gowes. Hari ini aku tidak akan menyesal karena mengambil keputusan tepat dengan menerobos gerimis di pagi hari.

Yang masih waras mengalah saja

Akhirnya kuputuskan untuk mengalah saja. Selama ini aku masih bertahan untuk tidak berjalan walaupun di belakang sudah ribut dan mengklakson berkali-kali. Beberapa dari mereka malah berani memelototi aku. Itulah anehnya sebagian besar dari mereka. Sudah jelas-jelas bersalah tetapi masih berani menebar ancaman kepada pihak yang benar. Aku hanya tersenyum melihat ketidakwarasan (sesaat) mereka.

Begitu masuk ke jalan raya mereka seolah-olah menjadi predator bernyawa rangkap dan buta warna. Lupa akan keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya. Mungkin juga mereka lupa bahwa mereka tulang punggung keluarga dimana hilangnya nyawa mereka kemungkinan akan melemparkan keluarganya ke jurang kemiskinan karena hilangnya sumber penghasilan utama.

Untuk menghadapi mereka sebaiknya kita berada jauh-jauh di belakang garis putih yang melintang di jalan raya. Begitu anda berada paling depan maka anda akan menerima tekanan untuk menerobos. Baris paling depan adalah pionir (lebih tepatnya martir). Merekalah yang akan dihajar pengguna jalan dari arah samping atau depan yang memang masih memiliki hak berjalan tetapi tidak sempat mengerem.

Seringkali para penerobos itu adalah mereka yang paling lantang mengecam dan mengkutuk praktik korupsi. Padahal mereka sendiri melakukan praktik korupsi setiap hari. Mungkin hanya 3 detik, tetapi ia merampas hak pengguna jalan lainnya bahkan bisa jadi hak keluarganya untuk mendapatkan penghidupan yang layak jika ia sampai celaka.

Ditakdirkan gowes

Kemarin libur gowes karena ada acara sepulang kantor. Hari ini sebenarnya juga ingin libur gowes karena jalanan masih becek karena hujan semalam.

Jam 06:00 kuperiksa motor. Ternyata ban belakang bocor. Sigap kupompa dengan pompa sepeda supaya bisa ke tukang tambal ban terdekat. Ternyata valve rusak sehingga tidak bisa dipompa.

6:05 ku-sms temanku ingin nebeng. Sampai 6:10 tidak ada jawaban. Akhirnya kuputuskan untuk gowes saja apapun kondisi jalannya.

6:15 langsung kugeber Xtradaku menyusuri Lippo Cikarang, EJIP hingga MM2100. Olala ternyata jalanan sudah kering, tidak seperti yang kubayangkan. 6:45 akhirnya sampai di pabrik.

Jeda waktu 15 menit ternyata tidak cukup untuk mengeringkan keringat, mandi dan berganti pakaian. Telat 5 menit sampai di meja kerja.

Rupanya aku tidak diperkenankan libur gowes terlalu lama 🙂

Menghilangkan bunyi tikus pada seatpost sepeda baru

Bagi kita yang baru saja membeli sepeda baru mungkin pernah mengalami hal ini. Sepeda kita berbuyi ngik..ngik.. atau ngek..ngek.. ketika dinaiki dan bertemu lubang.

Jangan khawatir. Itu bukan pertanda ada frame yang retak dan akan patah.

Seatpost & seatpost clamp

Biasanya produsen memberikan pelumas pada seatpost untuk mencegah seatpost lecey ketika dijepit dengan seatpost clamp. Meski demikian kadang pelumas/grease atau gemuk itu terlalu banyak sehingga seatpost clamp tidak bisa menjepit dengan rapat sehingga ketika bertemu lubang (impact) seatpost masih bergerak sehingga menimbulkan bunyi berdecit.

Untuk menghilangkannya kita tinggal melepas seatpost dan mengelap grease dengan kain halus. Jika setelah dibersihkan masih berbunyi juga bisa jadi setelan seatclamp kurang kencang.