Kuartet Polygon melibas jalur ngehe Jatiluhur

Kali ini empat buah sepeda Polygon menaklukan jalur ngehe Jatiluhur. Jalur ngehe Jatiluhur adalah jalur ke Bendungan Jatiluhur melalui Loji, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Melalui jalur ini akan didapatkan belasan tanjakan sebelum mencapai Bendungan Barat dan tanjakan maskot sebelum mencapai Bendungan Utama (Jembatan Oranye).

Skuad Polygon terdiri dari: Xtrada 4.0, Xtrada 5.0, Cozmic CX 1.0, Supreme 4.0

Kuartet Polygon

Paranoid dan phobia setelah meng-upgrade sepeda

Sepeda-sepeda mahal itu didesain memiliki kekuatan tinggi. Dia dirancang agar mampu melewati medan dengan kondisi ekstrim. Kekuatan dan keunggulannya itu hanya bisa dirasakan jika kita melintasi trek yang sesungguhnya.

Dengan ban ukuran besar dan grip yang bagus bisa melibas trek licin, becek bahkan belumpur. Susupensi yang bagus dengan travel panjang bisa meredam kejutan saat jumping atao melewati gundukan-gundukan. Bahkan jika sepedanya bertipe full-sus bisa melibas lintasan curam yang memiliki dropoff. Belum lagi model link yang rumit (penyempurnaan dari sistem single pivot) yang didesain agar efisiensi genjotan tetap tinggi karena efek bobbing bisa dieliminasi. Sehingga anda tetap bisa bersepeda di lintasan offroad dangan empuk tetapi tidak terlalu capek karena efek bobbing.

RD 9-speed memungkinkan melibas tanjakan terjal yang akan membuat ngos-ngosan jika hanya 7-speed. Disc brake hidrolik memungkinkan kita berkonsentrasi sepenuhnya pada handling sementara braking cukup disentil saja dengan beberapa ruas jari, tidak perlu mencengkeram seperti V-brake. RD dan FD yang presisi memungkin perpindahan gigi secara halus, tepat dan cepat sehingga shifting sangat nyaman. Sehingga kasus pada beberapa sepeda entry level (atau yang minim perawatan) dimana respon FD/RD kurang cepat sehingga mengakibatkan late shifting pasti tidak terjadi.

Masihkah anda menyia-nyiakan semua keunggulan di atas dengan hanya bersepeda di sekitar perumahan (onroad) dan ber-funbike saja? Kalaupun tempat tinggal anda jauh dari trek offroad anda bisa memakainya untuk aktivitas yang lain, misalnya bike to shop dan bike to work sehingga sepeda tersebut tidak terlalu menganggur. Semakin jauh mileage anda berarti semakin anda mendapatkan manfaat dari sepeda (mahal) anda.

Pengamatan dari beberapa orang yang telah mengupgrade sepedanya justru menjadi sangat sayang dengan sepedanya dan menjadi malas untuk ber-offroad lagi. Tiba-tiba mereka berubah orientasi dari olahraga menjadi kolektor. Sepeda itu berubah dari alat berolahraga menjadi koleksi/simbol status. Mereka menjadi phobia dan paranoid terhadap lumpur, semak-semak, jalan berbatu dan kondisi-kondisi ekstrim lain yang bisa membuat sepeda tergores atau belepotan.

Hal serupa juga sering terjadi pada mereka yang baru pertama kali bersepeda dan langsung memakai sepeda mahal. Mereka membeli sepeda MTB (mountain bike) tetapi alergi dengan lintasan-lintasan MTB. Maunya di jalan beraspal melulu.

Mereka cukup puas dengan tampang sepeda yang gahar tetapi akhirnya lupa/kendor semangatnya  untuk mengupgrade skill dan dengkulnya.

Bagaimana dengan anda?

Toko sepeda AA Bike – Cikarang Baru

AA BIKE KINI BERADA DI RUKO SENTRA NIAGA JABABEKA CIKARANG BARU!

============================================================

AA Bike adalah toko dan bengkel sepeda di Delta Mas, Cikarang. AA Bike merupakan alternatif untuk mencari komponen sepeda selain Rodalink Cikarang. Beberapa komponen yang tidak ditemukan di Rodalink malah bisa ditemukan di sini. Misalnya bottom bracket, rear derailleur, peluru dan sprocket 7-speed.

Lokasi toko dan bengkel sepeda AA Bike Cikarang (Delta Mas)- klik untuk memperbesar

Nama AA Bike sudah tidak asing lagi bagi goweser Cikarang. Bisa dianggap AA Bike adalah juru kunci Cikarang MTB Route yang terkenal dengan bukit Teletubbies-nya. Seringkali goweser Cikarang berkumpul di AA Bike sebelum atau setelah melibas rute-rute di sekitar Delta Mas atau Cikarang Pusat.

AA Bike juga sering mengadakan event yang terkait sepeda seperti funbike, night ride dan yang terakhir adalah gowes kolosal.

AA Bike as a meeting point

Acara Rally Perang di AA Bike

Toko sepeda Rodalink Cikarang (TUTUP)

(RODALINK CIKARANG TUTUP SEJAK AGUSTUS 2014)

Aku termasuk beruntung karena kini Rodalink memiliki outlet di dekat rumah. Rodalink Cikarang berlokasi di Ruko Plaza Menteng Blok C21-22, Lippo Cikarang (telepon: 8990 1212) yang hanya berjarak 4 km dari rumah.

 

Rodalink Cikarang @ Ruko Menteng Plasa, Lippo Cikarang

Rodalink Cikarang @ Ruko Menteng Plasa, Lippo Cikarang

Aku teringat ketika di tahun 2009 mengantarkan temanku membeli sepeda di Rodalink Kalimalang, Bekasi Barat. Jauh dan merepotkan.

Kini aku bisa mampir untuk melihat-lihat sepeda ataupun sekedar bertanya-tanya ke mekaniknya yang ramah-ramah, kapanpun. Bahkan tidak jarang teman-temanku titip untuk dibelikan ini itu.

Peta Lokasi Rodalink Lippo Cikarang

Peta Lokasi Rodalink Lippo Cikarang (klik untuk memperbesar)

 

Polygon Xtrada 4.0

Polygon Xtrada 4.0 adalah sepeda merek Polygon ketiga yang kumiliki. Aku membeli sepeda ini ketika akan melibas Jalur Jatiasih (JJ). Ini adalah sepeda merek Polygon termahal yang pernah kubeli dengan harga 3.525.000.

Aku memutuskan membeli seri Xtrada karena sudah merasakan betapa melelahkannya memakai sepeda dengan V-brake saat kondisi hujan. Karet rem tidak bisa menggigit velg/rim dengan kuat sehingga kita harus mencengkeram brake lever dengan kuat. Hasilnya jari-jari tangan menjadi pegal dan kaku.

Discbrake walaupun yang berjenis mekanik membutuhkan tekanan tuas rem/brake lever yang lebih ringan  untuk menghasilkan daya pengereman yang sama. Dan ketika kondisi sedang hujan pun rem tetap pakem. Yang perlu dijaga adalah rotor jangan sampai terkena pelumas atau gemuk. Karena itu kita harus berhati-hati saat melumasi rantai dengan pelumas semprotan.

Walaupun masih lebih keras dibanding disc brake hidrolik tetapi disc brake mekanik lebih mudah dalam perawatan dan murah untuk penggantian komponen-komponennnya.

Dengan sepeda ini aku pernah melibas Rindu Alam-Gadod-Cikarang, kemudian Cikarang-Loji-Jatiluhur-Klari-Lemahabang-Cikarang dan yang terakhir Lippo Cikarang-Sukatani-Tanjung Pakis pp.

Polygon Xtrada4.0 di perbukitan Desa Cicau, Cikarang Selatan

Polygon Astroz

Ini adalah sepeda merek Polygon kedua yang kumiliki. Aku membelinya setelah Polygon Maverick digondol maling.

Aku membeli Polygon Astroz di Rodalink Lippo Karawaci. Harganya di tahun 2006 sekitar 1.600.000.

Dengan Polygon Astroz aku mengawali aktivitas bike to work semenjak pindah ke Lippo Cikarang. Jarak pabrik yang hanya 13 km memudahkan aku menggowesnya. Ketika temanku membeli sepeda ini di tahun 2009 harganya sudah menjadi 2 juta.

Ini adalah sepeda dengan mileage terjauh yang pernah kumiliki. Sepeda ini sudah menejelajahi berbagai macam medan dan bersaing dengan berbagai macam sepeda. Di kalangan XCer Polygon Astroz termasuk salah satu seri yang melegenda. Framenya terkenal kuat.

Mungkin karena aku memakainya terlalu ekstrim akhirnya as roda belakang patah. Kini aku bermaksud menghibahkan sepeda ini meski sempat terpikir untuk menjadikan sepeda ini menjadi roadbike/hybrid dengan memasang ban yang lebih kecil.

Polygon Astroz melibas trek Cikarang-Curug Cigentis

Polygon Maverick

Polygon Maverick adalah sepeda jenis MTB yang pertama kumiliki. Aku membelinya di Rodalink Serpong sekitar tahun 2004. Harganya waktu itu 750.000. Sayang sepeda kesayanganku ini raib digondol maling walaupun sudah kukunci ketika kutinggal kerja.

Dengan sepeda ini aku menjelajahi Cisauk, Pagedangan dan Serpong. Rute terjauh yang pernah kucapai adalah Gunung Sindur-Kabupaten Bogor.

Berikut adalah penampakan Polygon Maverick.

Polygon Maverick (sumber: polygonmaverick.wordpress.com)